Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INTESITAS curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, menyebabkan tujuh Desa terendam banjir akibat sungai La'a meluap.
Luapan sungai La’a merendam Desa One Pute, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara, yang berdampingan langsung dengan Sungai La'a. Tampak air menggenangi pemukiman warga setinggi pinggang orang dewasa.
Untuk menuju Desa tersebut, sepeda motor terpaksa harus diangkut dengan menggunakan perahu rakit dikarenakan akses menuju Desa One Pute digenangi air setinggi lutut orang dewasa.
Tidak hanya itu, lima Desa lainnya di Kecamatan Petasia Barat terdampak pula luapan sungai La'a seperti Desa Ulula'a, Desa Moleono, Desa Togo dan Desa Sampalowo yang saat ini ketinggian air sudah mencapai 90 centimeter.
Baca juga : Gagal Panen akibat Banjir, Petani Morowali Utara Dibantu 30 Ton Beras
Sementara di Kecamatan Petasia Timur, hanya satu Desa yang diterjang banjir yakni Desa Bunta, demikian halnya di Kecamatan Mori Atas yaitu Desa Saemba.
Kondisi di Desa Bunta, air sudah menggenangi jalan trans Sulawesi yang merupakan jalur utama menuju Kolonodale, Ibu Kota Kabupaten Morowali Utara.
Meski ketinggian air masih mencapai 20 cm di jalan tersebut, namun wilayah pemukiman warga yang terendam banjir sudah mencapai 90 cm ketinggian air.
Baca juga : Sungai Cikidang dan Citanduy Meluap, 300 Rumah di Tasikmalaya Terendam Banjir
Akibatnya, sekitar 13 KK warga di Desa tersebut terpaksa memilih mengungsi di Balai Desa Bunta selebihnya masih bertahan di rumah masing-masing sembari menunggu air surut, begitu pula warga di enam Desa lainnya.
Untuk diketahui, banjir tersebut sudah berlangsung dua minggu. Bahkan, sampai saat ini debit air terus meningkat. Dan bencana banjir ini merupakan langganan tahunan setiap bulan April.
Saat ini, Pemda Morowali Utara tengah mendistribusikan kebutuhan mendasar warga terdampak banjir berupa sembako, air bersih, obat-obatan dan selimut.
Baca juga : Terseret Arus Banjir, 8 Rumah Warga di Luwu Sulsel Rusak Parah
Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi menyebut jika masyarakat yang terdampak banjir sudah mencapai 1.366 KK di wilayah Petasia Barat.
"Untuk wilayah Petasia Barat sebagian besar masyarakat masih menempati rumahnya dan tidak memilih mengungsi karena menganggap bisa bertahan di rumah masing-masing," ujarnya.
Sementara kata dia, di wilayah Desa Bunta, Petasia Timur, hari ini kurang lebih 13 KK yang telah mengungsi ke penampungan balai desa Bunta.
Menurutnya, banjir ini adalah banjir tahunan karena curah hujan di bagian hulu sungai hingga meningkatkan bibit air lalu meluap dan menggenangi Desa yang posisinya lebih rendah dari permukaan sungai.
"Saat ini kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi dan kita mengantisipasi hal-hal yang bisa timbul akibat dari banjir ini dan kendala di lapangan bisa diatasi secepat mungkin untuk meminimalisasi kerugian maupun korban jiwa yang bisa ditimbulkan bencana banjir ini," pungkasnya. (Z-8)
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Pelajar sekolah dasar (SD) di tiga desa yang berada di Morowali Utara yaitu Desa Bunta, Bungintimbe, dan Tanauge mendapatkan bantuan sepatu dan tas sekolah
Gedung Sekolah SD Mia Meambo dan SMP Mia Pande yang luas akan dijadikan pusat vokasi di daerah, seperti tempat kursus dan pelatihan.
Akses pendidikan yang baik harus didukung dengan fasilitas yang memadai, termasuk perlengkapan sekolah yang layak.
Luapan longsor yang bercampur dengan lumpur tersebut diperkirakan setinggi satu meter dan menutupi Jalan Trans Sulawesi.
Para peserta akan mendapatkan beberapa materi pelatihan seperti teori dan praktik pengelolaan laporan keuangan bagi UMKM yang dilatih langsung oleh Bendahara Bumdes Bunta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved