Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUMEN di Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), terutama para pemilik warung makanan, mengeluhkan harga bawang merah yang terus meroket usai Idul Fitri 1445 H. Mereka mendesak pemerintah daerah (pemda) setempat bergerak cepat membuat solusi efektif.
"Ini jelas meresahkan konsumen. Bagi kami, bawang merah merupakan bahan pokok untuk memasak berbagai jenis makanan. Kalau pasokan tersendat dan harga terus naik, pasti mengganggu sekali. Harga makanan dinaikkan, pelanggan protes, tidak naik, kami merugi," tutur Suratman, pemilik warung makan Tegal, di Ampel, Boyolali, Rabu sore (24/4).
Saat ini bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Susu itu dijual dengan harga Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram atau naik Rp30 ribu dibandingkan harga sepekan sebelumnya Rp40 ribu. Selain itu, pasokan mulai tersendat.
Baca juga : Usai Lebaran, Harga Bawang Merah di Brebes Tembus Rp50 Ribu/Kg
Pun harga bawang putih yang sempat turun ke harga Rp35 ribu, kini juga melesat naik menjadi Rp60 ribu. Harga bawang bombai juga naik dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu. "Pasokan masih susah, sehingga harga terus terkerek," ungkap Hari Wibowo, pedagang bawang di Pasar Boyolali Kota.
Sedang harga bapokting (bahan pokok penting) lain mengalami fluktuasi harga signifikan. Tengok saja cabai rawit mengalami kenaikan sedikit yakni Rp35 ribu. Hal sama cabai teropong dipatok Rp45 ribu atau naik Rp3.000.
Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga tersebut karena cuaca serta curah hujan yang begitu tinggi. "Pengaruh faktor cuaca dan hujan setiap hari," kata dia.
Baca juga : Konsumsi Avtur Naik hingga 120% di Jateng dan Yogyakarta
Begitu pula daging ayam dan telur. Meski Lebaran sudah lewat dua pekan, harga keduanya tetap bertahan cukup tinggi.
Daging ayam masih dipatok pada harga Rp37 ribu, jauh dari suasana normal sebelum Ramadan yang kisarannya pada Rp30 ribu. Telur ayam lehor mendekati harga normal, yakni Rp25 ribu hingga Rp26 ribu.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Boyolali Darmadi mengatakan, pihaknya akan mengupayakan berbagai cara, seperti berkoordinasi dengan produsen lain pemasok bapokting, untuk menstabilkan harga. "Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan akan berpengaruh dan harga bisa ditekan. Namun masyarakat harus tetap terkontrol dan tidak melakukan aksi borong," imbuh dia. (Z-2)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit naik hampir 100 persen dari sebelumnya Rp57 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp85 ribu per kg.
Harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp90.000 per kilogram. Beberapa hari sebelumnya, pedagang sempat menjual cabai rawit dengan harga Rp100.000 per kilogram.
Pelaku diketahui memiliki utang yang menumpuk bahkan telah menggadaikan sepeda motor milik istrinya senilai Rp4 juta.
Kuliner ini menggunakan singkong dan beras padi sebagai bahan utama, sehingga memberikan pilihan nasi instan yang lebih sehat dan kaya serat.
LuxCamp Selo by Horison resmi dibuka di Boyolali, menghadirkan pengalaman glamping mewah dengan pemandangan Gunung Merapi.
Sangat dimungkinkan Serat Witaradya ini ditulis pujangga besar tanah Jawa, Raden Ngabehi Ranggawarsita pada tahun 1863 Masehi.
VIRUS penyakit mulut dan kuku (PMK) meluas dengan cepat di sejumlah sentra sapi potong di Kabupaten Boyolali, dan telah mengakibatkan 19 ekor kematian serta menginfeksi 188 sapi milik peternak.
APSPI mendesak Presiden Prabowo Subianto segera meneken regulasi yang mewajibkan industri pengolahan susu (IPS) menyerap sepenuhnya produksi susu dalam negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved