Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI Lebaran, harga bawang merah terkerek naik. Harga per kilogram di tingkat petani di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mencapai Rp50 ribu. Melejitnya harga bawang merah merupakan dampak dari banjir beberapa waktu lalu yang menyebabkan pasokan berkurang.
Kenaikan harga bawang terjadi dalam waktu hitungan hari. Sebelumnya, harga bawang Rp45 ribu per kilogram. Kemudian beberapa hari berikut, harganya naik menjadi Rp47 ribu per kilogram dan saat ini tembus Rp50 ribu per kilogram.
Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, menyampaikan kenaikan harga disebabkan dampak banjir di sejumlah daerah di Pulau Jawa, beberapa waktu lalu. Lahan bawang terdampak banjir mencapai 7.500 hektare dan 2.500 hektare di antaranya puso gagal panen.
Baca juga : Persab Brebes Optimistis Menang dalam Liga 3 Putaran Nasional
"Tanaman bawang merah yang terendam banjir rata rata baru umur satu bulan dan harusnya panen menjelang Lebaran kemarin. Karena gagal panen, stok kosong, harga mahal. Kemudian cuaca ekstrem ada panas ada hujan memengaruhi hasil produksi," ujar Alex.
Alex menuturkan, harga bawang merah mulai mengalami kenaikan sejak H-10 Lebaran. Saat itu harga pada kisaran Rp17 ribu sampai Rp20 ribu per kg.
Menurut Alex, kenaikan harga sejak H-10 Lebaran. Sebelumnya dari awal puasa sampai pertengahan Ramadan harga landai, bahkan cenderung murah. Di Pasar Induk Kramat Djati Jakarta harga tertinggi Rp18 ribu dan di tingkat petani Brebes Rp15 ribu per kilogram.
Baca juga : Banjir Menjadi Teror bagi Pemudik di Pantura Jateng
"Pada H-10 Lebaran, terjadi kenaikan harga yang tajam. Di tingkat petani harganya Rp25 ribu tiap kilogram. Kenaikan terus terjadi setiap hari bahkan hingga menyentuh di angka Rp70 ribu per kilogram. Harga ini bertahan hingga H+2 Lebaran," jelas Alex.
Menurut Alex, setelah sempat bertengger di angka Rp70 ribu, harga bawang kembali turun. Salah satu faktornya adalah pengiriman bawang merah dari Ditjen Hortikultura Kementan melalui Champion Bawang Merah Indonesia. Champion bawang merah merupakan mitra Kementan yang biasa memasok bawang merah untuk menstabilkan harga jika jatuh atau naik tinggi.
"Pengiriman ini untuk menstabilkan harga dengan mengirimkan bawang merah di Pasar Induk Kramat Djati Jakarta sebanyak 6.000 ton," jelas Alex. Diperkirakan, harga bawang merah akan makin turun sampai minggu pertama Mei mendatang. Hal ini karena pada bulan tersebut akan memasuki masa panen di berbagai daerah. (Z-2)
Perayaan malam takbiran Idulfitri 1447 H di Jawa Tengah berlangsung kondusif dengan 55 titik kegiatan aman. Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan bus Trans Jateng dengan tarif Mata Uang Rupiah 4.000 untuk umum yang menjangkau beberapa titik wisata seperti Bandungan dan Baturraden.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mempersiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik lebaran 2026.
Pada Senin (16/3) jumlah pemudik masuk ke Jawa Tengah melalui Jalan Tol Trans Jawa terus meningkat sejak Minggu (15/3), rata-rata setiap berkisar 1.400-1.900 kendaraan masuk ke Kota Semarang.
Gubernur Ahmad Luthfi lepas belasan ribu peserta Mudik Gratis Jateng 2026. Targetkan 17 juta pemudik dongkrak ekonomi daerah dan UMKM lokal. Simak selengkapnya!
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi melepas 325 armada bus yang mengangkut belasan ribu pemudik dari Jabodetabek ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
Dishub Jateng membuka posko mudik terpadu yang memantau arus mudik dan balik Lebaran 2026 melalui CCTV 24 jam di titik rawan macet.
BSKDN Kemendagri mengajak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk memperkuat inovasi daerah melalui penyusunan policy brief
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved