Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI H-3 Lebaran, jalur pantura Brebes-Rembang, Jawa Tengah (Jateng), masih dipadati kendaraan arus mudik. Namun banjir yang masih merendam jalur Pantura Kaligawe-Genuk, Kota Semarang, menjadi teror bagi pemudik melintas di kawasan itu.
Pemantauan Media Indonesia, Minggu (7/4), sejak dini hari memasuki H-3 Lebaran jumlah kendaraan arus mudik masih terus memadati jalur pantura Brebes-Rembang. Namun ketersendatan lalu lintas bahkan kemacetan panjang masih terjadi ketika mulai meninggalkan Kota Semarang akibat banjir setinggi 30-40 sentimeter di ruas Kaligawe-Genuk.
Meskipun sudah surut dibanding sebelumnya, banjir merendam ruas jalur pantura tersebut membuat lalu lintas mengalami gangguan. Pemudik dengan tujuan daerah di pantura timur (Surabaya) harus tertahan hingga beberapa jam akibat terhalang banjir. "Sebagian besar kendaraan pemudik dialihkan ke jalur alternatif," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang Ajun Komisaris Besar Yunaldi.
Baca juga : Destinasi Wisata Tersebar di Jalur Mudik
Kendaraan pemudik terutama berukuran kecil, lanjut Yunaldi, baik dari arah barat (Semarang) maupun timur (Demak) dan sebaliknya, dialihkan melalui jalur dalam Kota Semarang yakni Dr Cipto, Simpang Lima, Pedurungan, Jalan Alteleri, Jalan Wolter Monginsidi, hingga keluar di simpang tiga Genuk. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto mengungkapkan hingga kini banjir masih merendam jalur pantura Semarang-Demak.
Meskipun kondisi banjir sudah mulai surut tetapi belum turun secara signifikan. Akibatnya, banjir masih menjadi penghambat arus kendaraan baik dari arah barat maupun timur.
"Banjir akibat hujan lebat mengguyur kawasan ini ditambah air laut pasang (rob) menjadikan upaya penurunan cukup berat. Apalagi volume Sungai Tenggang juga masih tinggi dan meluber ke jalan," kata Suwarto, Minggu (7/4).
Baca juga : Hujan sejak Pagi Banjir Meninggi di Jalur Pantura Semarang-Demak
Upaya penurunan banjir yang telah menjadi teror bagi pemudik, demikian Suwarto, terus dilakukan yakni dengan mengerahkan belasan pompa air, baik dari rumah pompa maupun portabel. "Sebagian sudah kering, tetapi sebagian besar lain masih tergenang hingga tidak dapat dilintasi kendaraan kecil," imbuhnya.
Bahkan untuk mempercepat proses pengeringan, ungkap Suwarto, Pemkot Semarang telah mendatangkan mesin pompa dari Kota Solo. Diharapkan 12 pompa air tersebut dapat bekerja secara otomatis sehingga jalur pantura kembali dapat dilintasi pemudik Lebaran. "Kita terus upayakan," imbuhnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap kembali mengingatkan kepada pemudik untuk mewaspadai cuaca ekstrem pada Senin (8/4) terutama di daerah Kabupaten Cilacap, Boyolali, Pemalang, dan sekitarnya. "Saat ini sedang memasuki masa pancaroba. Perlu diwaspadai cuaca ekstrem yang masih akan terjadi terutama pada malam hingga pagi hari," ungkap Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo. (Z-2)
Anggaran perbaikan jalan Jateng 2026 dipangkas Rp700 miliar. Pemprov kebut tambal sulam 3.400 lubang jelang arus mudik Lebaran Maret ini.
Gubernur Pramono Anung menerbitkan surat edaran agar warga DKI Jakarta melapor ke RT/RW atau kelurahan sebelum mudik Lebaran.
Jangan asal tinggal! Kenali risiko flat spot ban dan kondensasi tangki BBM saat kendaraan ditinggal mudik lebaran. Simak tips otomotif untuk pencegahannya di sini.
Meninggalkan kendaraan saat mudik lebaran bukan sekadar mengunci pintu; ada ancaman teknis mulai dari aki soak hingga korosi tangki yang mengintai. Ini tips dari pakar otomotif.
PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat 103 ribu kursi masih tersedia untuk mudik Lebaran 2026 periode 11–20 Maret. Pemerintah juga memberikan diskon 30% untuk KA Ekonomi Komersial pada 14–29 Maret.
Pembayaran H-14 memberikan kesempatan bagi pekerja untuk mempersiapkan kebutuhan hari raya dengan lebih baik.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
HINGGA malam hari ini Kota Denpasar dan Bali umumnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Bantuan benih diberikan setelah sebanyak 1.031 petani yang terdampak banjir mengadu dan beraudiensi langsung ke Plt Bupati Asep Surya Atmaja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved