Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) telah menyalurkan sebanyak 419 ton beras untuk korban banjir di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Mawardi Roska, dimana pemerintah daerah telah menyalurkan sebanyak 419 ton beras untuk korban banjir.
"Ya, total beras yang sudah kita salurkan sampai sekarang sebanyak 419 ton,"sebutnya, Rabu (3/4).
Baca juga : Banjir Kembali Landa Pesisir Selatan Sumbar
Ia menjelaskan, dari total itu diketahui berdasarkan cadangan beras pemerintah kabupaten sebanyak 50 ton. Sementara dari pihak provinsi ada sebanyak 201 ton.
Kemudian dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) total berasnya ada sebanyak 168 ton. Jadi total keseluruhannya ada sebanyak 419 ton.
"Seluruhnya telah kita salurkan ke masyarakat melalui Camat dan Nagari-nagari yang terdampak banjir,"kata Sekda.
Baca juga : Pesisir Selatan Anggarkan Rp28 Miliar untuk Perbaikan Jalan Jembatan
Lanjutnya, pembagiannya diatur sesuai yang telah diatur oleh pemerintah provinsi dan pusat, yang mana setiap KK menerima 5 kilogram.
"Sesuai instruksi kita bagikan per-KK sebanyak 5 kilogram. Selain itu, juga ada bantuan dari organisasi yang juga telah dibagikan ke masyarakat," pungkasnya.
(Z-9)
Ada dua daerah penghasil utama: Kabupaten Lima Puluh Kota dengan luas sekitar 17.000 hektare, dan Pesisir Selatan sekitar 10.000 hektare.
“Kawasan Mandeh sangat potensial dikembangkan sebagai pintu gerbang ekonomi baru berbasis transportasi perairan, khususnya melalui moda seaplane,”
Antusiasme peserta terlihat jelas dari jumlah pendaftar yang membludak, mencapai ratusan pesepeda dari berbagai usia dan komunitas.
Menurut BMKG, fenomena halo tidak berkaitan dengan pertanda bencana atau gejala cuaca ekstrem, melainkan peristiwa alamiah yang bisa terjadi kapan saja.
Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat Risnaldi Ibrahim, mengunjungi masyarakat yang terdampak banjir di Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, pada Kamis, (13/3).
Pusat Pengendalian Operasi-PB BPBD Kabupaten Pesisir Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved