Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKALIPUN ada beberapa komoditas pangan di Kota Palangka Raya yang mengalami kenaikan harga, namun stok bahan pokok itu menjelang bulan suci Ramadan 1445 Hijriah masih aman dan mencukupi.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, Senin (4/1).
Disebutkan, sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga tersebut di antaranya seperti beras, cabai, dan telur ayam.
Baca juga : Warga Ciamis Antusias Antre Beli Beras di Operasi Pasar
"Saya melihat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan ini masih fluktuatif tidak signifikan. Artinya, tidak sampai mempengaruhi komoditas bahan pokok lain," tambah Samsul.
Sementara itu dilihat dari penyebab naiknya harga pangan tersebut seperti beras lokal dan beras jawa, lebih diakibatkan karena adanya pengaruh iklim El nino yang melanda di sejumlah daerah penghasil beras, sehingga para petani beras mengalami gagal panen.
Kondisi serupa juga dialami oleh petani cabai. Naiknya harga cabai saat ini juga dipengaruhi gagalnya panen yang disebabkan akibat cuaca ekstrem.
Baca juga : Kendalikan Harga Beras, Bulog Sumsel Babel Gencarkan SPHP
"Harus disadari, pasokan bahan kebutuhan pokok di Palangka Raya sejah ini lebih banyak didatangkan dari luar daerah. Sehingga tidak bisa dihindari jika ada beberapa komoditas mengalami kenaikan," tukas Samsul.
Adapun untuk mengantisipasi kenaikan sejumlah kebutuhan bahan pangan tersebut, Pemkot Palangka Raya melalui DPKUKMP gencar melakukan operasi pasar murah, atau pasar bahan pokok bersubsidi di sejumlah kelurahan di Palangka Raya.
"Di sisi lain kami mengimbau masyarakat agar jangan sampai melakukan panic buying, atau belanja berlebihan terkait adanya kenaikan harga, mengingat stok kebutuhan pokok bagi masyarakat dipastikan aman ketersediaannya," tandasnya. (Z-6)
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
“Secara umum ketersediaan bahan pokok aman, termasuk menghadapi musim hujan. Sampai sekarang belum ada gangguan distribusi dari daerah pengirim maupun dari peternak lokal,”
MELAMBUNGNYA harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, membuat warga di sana menjerit. Meningkatnya harga terjadi karena kelangkaan yang terjadi akibat pasokan yang minim.
hal ini menjadi salah satu faktor momen perbaikan ekonomi setelah Idulfitri adalah harga pangan yang cenderung terkendali.
Pedagang mengaku, kenaikan harga ini karena memang harga beli para pedagang dari distributor sudah tinggi, sehingga pedagang hanya melakukan penyesuaian harga saja
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
BMKG mengungkap secara spesifik, La Nina lemah masih akan bertahan di Indonesia pada periode Januari-Februari-Maret.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan fenomena La Nina diprediksi akan terus terjadi hingga Maret 2026.
Pantau Gambut mengatakan kondisi 2025 masih menunjukkan pola rawan karhutla, terutama di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
FENOMENA alam El Nino yang sedang menyelimuti wilayah Provinsi Aceh sudah berlangsung sekitar tiga bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved