Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem masih menjadi ancaman serius bagi warga korban banjir Demak, Jawa Tengah, sebagian warga masih bertahan di pengungsian. Pasalnya banjir masih merendam rumah mereka dengan ketinggian 10-50 centimeter.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (22/2), proses penambalan dua titik tanggul Sungai Wulan yang jebol baru rampung 80%.
Selain itu, banjir merendam di beberapa kawasan belum sepenuhnya surut, selain ribuan hektare sawah masih terendam banjir dengan ketinggian 30-60 centimeter, kawasan pemukiman juga masih banjir seperti di Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Demak ratusan rumah terendam dengan ketinggian air 10-50 centimeter.
Baca juga : Pulang Mengungsi Ribuan Korban Banjir Demak Bingung Penuhi Kebutuhan Hidup
"Kami pulang hanya untuk menengok dan membersihkan rumah dari sampah dan lumpur, tapi kami kembali lagi ke pengungsian karena rumah belum dapat ditempati," ujar Inayah, 50, warga setempat.
Sementara itu ribuan warga yang telah kembali ke rumah setelah hampir 15 hari mengungsi mengaku belum tuntas penderitaan para korban banjir. Saat ini sisa bantuan logistik masih ada, namun mereka menghadapi kesulitan air bersih.
Menurut Sulastono, 45, warga korban banjir Demak mengatakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terutama memasak. Mereka terpaksa mencari ke lokasi sumber air yang cukup jauh, karena PDAM Desa berhenti mengalir dan air sumur warga motor dipenuhi lumpur serta sampah.
Baca juga : Banjir Demak Masih Tinggi, Puluhan Ribu Warga Bertahan di Pengungsian
Komandan Koramil 08/Karanganyar Kapten CBA Haryono mengakui salah satu kendala untuk pemulihan pascabanjir di Demak, yakni tidak tersedianya air bersih untuk menyemprot lumpur dan aliran listrik yang masih dipadamkan PLN demi keamanan. "Kita minta normalisasi layanan air bersih dan listrik secara bertahap," imbuhnya.
Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Demak Akhmad Sugiharto mengungkapkan berdasarkan informasi diperoleh dari BNPB saat ini progres penambalan tanggul Sungai Wulan yang jebol telah mencapai 80%, sehinggapekerjaan penambalan terus dikebut hingga tercapai 100% hingga kondisi aman.
Selain terus menyelesaikan perbaikan tanggul, lanjut Akhmad Sugiharto, petugas gabungan dan relawan juga berupaya melakukan pemulihan kondisi terutama setelah ribuan warga kembali dari pengungsian dengan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung.
"Jika sebelumnya jumlah pengungsi bisa mencapai 29.000 jiwa dari puluhan desa, kini semakin berkurang menjadi 12.974 jiwa karena masih ada beberapa desa terendam banjir yakn Desa Wonorejo dan Desa Wonoketingal," ujar Akhmad Sugiharto. (Z-3)
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
MENTERI Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, meninjau jalur kereta api yang kembali terendam banjir di rute Stasiun Pekalongan hingga Sragi, Jawa Tengah, Rabu (21/1).
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
MENTERI Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan-Sragi, Jawa Tengah, yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu (21/1).
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved