Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mempunyai Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 270 ton beras, namun harga beras di pasaran masih tinggi dan bergerak naik.
Harga beras kelas medium di berbagai pasar di daerah Pekalongan, Kendal, Semarang, Salatiga, Demak, dan Kudus berkisar Rp16.000-Ro17.000 per kilogram jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan pemerintah Rp10.900 per kilogram, bahkan untuk beras premium harga Rp18.000-Rp20.000 per kilogram.
"Stok ada, tapi harga masih tinggi dan kemungkinan sulit turun karena pedagang juga sudah kulakan dengan harga tinggi," ujar Marwan, 56, pedagang sembako di Pasar Johar Semarang.
Baca juga : Menteri BUMN Klaim Stok Beras Bulog Cukup Hadapi Ramadan dan Idul Fitri
Pedagang di Pasar Wiradesa, Pekalongan Anjani, 45, mengatakan harga beras tinggi di semua kelas membuat tidak hanya warga menjerit, juga pedagang. Pasalnya pedagang harus mempunyai modal besar untuk dapat kulakan ke distributor ataupun pemasok beras.
Senada diungkapkan Maryatun, 38, pedagang sembako di Pasar Sayung, Demak meskipun daerah ini merupakan lumbung padi di Jawa Tengah namun belum ada panen. Saat ini para pedagang hanya mengandalkan beras kiriman dari daerah lain maupun pemasok.
"Biaya transportasi tinggi akibat banjir lalu juga menjadi penyebab naiknya harga beras," tambahnya.
Baca juga : Penguatan Satu Data Beras Nasional Bisa Sejahterakan Petani
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah Dyah Lukisari mengatakan warga tidak perlu panik dengan stok beras saat ini. Pasalnya ketersediaan beras di Jawa Tengah masih aman untuk memenuhi kebutuhan warga, termasuk untuk warga di daerah bencana seperti Demak maupun alami kemiskinan ekstrem.
Februari ini, lanjut Dyah Lukisari, stok beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) masih ada 270 ton beras, sehingga dapat didistribusikan ke ke berbagai wilayah untuk memenuhi kebutuhan warga.
Pada Januari lalu, ungkap Dyah Lukisari, berasa CPPD Jawa Tengah masih ada 300 ton, namun berkurang setelah untuk memenuhi kegiatan penanganan kemiskinan seperti penggelontoran beras 10 ton di Demak.
Baca juga : Harga Beras di Klaten Masih Bertahan Tinggi
"Kita minta daerah terlanda bencana segera mengajukan bantuan beras ke pusat untuk pemulihan," ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan menghadapi lonjakan harga beras terjadi saat ini, Pemrov Jateng segera menggelar operasi pasar beras di berbagai daerah untuk dapat menekan harga, sehingga memasuki Ramadan mendatang harga beras dapat stabil kembali.
"Kita lakukan upaya dan langkah-langkah pengendalian beras dengan operasi pasar dan pasar murah karena bencana banjir dan mundurnya musim panen cukup berdampak dengan harga beras," kata Sumarno. (Z-3)
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Bulog memiliki cadangan beras sekitar 25 ribu ton yang terus bergerak seiring dengan proses distribusi dan penyerapan gabah dari petani.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan penyaluran zakat fitrah tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu mustahik.
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved