Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSOALAN stok dan harga beras dinilai masih menimbulkan kebingungan di masyarakat. Menurut anggota Komisi IV DPR RI Herry Dermawan, stok yang banyak tidak otomatis membuat harga beras stabil. Untuk itu ia menyebut pemerintah tidak boleh hanya berbangga dengan jumlah cadangan pangan yang ada.
“Jangan bangga dengan stoknya, tapi lebih baik produktivitas kita tinggi. Kami bangga dengan stok yang tinggi. Namun, alangkah membanggakan lagi adalah ketika stok tersebut diikuti ketentraman masyarakat terhadap beras. Karena isu beras mudah disalahgunakan,” tegas Herry dalam keterangan resmi, Jumat (22/8).
Herry menjelaskan, masyarakat kerap mendapat informasi bahwa stok beras nasional melimpah. Namun di sisi lain harga tetap mengalami kenaikan. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa stok yang besar tidak memberikan dampak nyata bagi rakyat.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah memperhatikan sistem distribusi beras dengan prinsip masuk pertama, keluar pertama agar kualitas beras tidak menurun akibat terlalu lama disimpan.
Lebih lanjut, Herry menyinggung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang menurut laporan baru terealisasi sekitar 15% dari target 1,5 juta ton. Ia mempertanyakan penyebab rendahnya capaian tersebut.
“Target SPHP 1,5 juta ton bukan sekadar angka. Tapi realisasinya baru 230 ribu ton atau sekitar 15%. Ini terlalu rendah. Apa hambatannya? Apakah berasnya sudah ada di masyarakat, atau ada masalah lain?” ujarnya.
Herry juga menyoroti perbedaan harga beras di lapangan yang masih jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurutnya, pemerintah perlu memberikan penjelasan terbuka agar masyarakat tidak terus-menerus dibuat bingung dengan dinamika harga beras.
Herry turut menekankan pentingnya peran penggilingan padi kecil dan menengah. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya memberi ruang pada penggilingan besar, tetapi juga merevitalisasi penggilingan kecil agar mampu bersaing.
“Kalau penggilingan besar dihentikan, otomatis gabah akan dibeli oleh penggilingan kecil dan menengah. Tapi kualitas beras kita sangat ditentukan oleh mesin penggilingan. Karena itu pemerintah perlu membantu penggilingan kecil dengan mesin yang lebih baik entah lewat hibah atau lewat kredit murah,” pungkasnya. (E-2)
Selain daging ayam, harga cabai merah dan daging sapi di Kota Medan juga tercatat mengalami kenaikan pada awal Februari.
Kebutuhan bahan pokok merangkak mulai naik cabai merah dijual Rp88 ribu perkg, cabai rawit Rp72 ribu, cabai keriting Rp66 ribu, cabai japlak Rp87 ribu
JELANG Ramadan harga cabai merah, telur, beras, daging ayam, sayuran di sejumlah pasar tradisional merangkak naik hingga banyak para pembeli mengeluh.
Di Purwokerto, penurunan harga terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.
Selain stok beras CBP sebanyak 22.000 ton, Bulog Sulteng juga memiliki stok gula sekitar 236 ton serta minyak goreng sebanyak 537.000 liter.
Kenaikan harga di pasar tradisional terjadi pada telur, daging ayam, bawang merah, bawang putih, daging sapi, beras premium dan sayuran
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved