Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Beberapa daerah di Indonesia masih mengalami problem seputar penyediaan air bersih. Salah satunya yang terjadi di Desa Pada Eweta, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Namun, akses air bersih kini bukan lagi mimpi bagi masyarakat setempat. Kolaborasi antara Warga Desa Pada Eweta dan Yayasan Solar Chapter Indonesia cabang Indiana dan Hong Kong, PT Etoile Dance Center, serta Principia Management Group, telah mewujudkan hal tersebut.
Sejak 2017, Yayasan Solar Chapter Indonesia telah membangun sekitar 17 instalasi air bersih di Nusa Tenggara Timur. Pada tahun 2024, Desa Pada Eweta menjadi salah satu desa yang mengawali proyek pembangunan air bersih di Pulau Sumba. Proyek ini dilaksanakan pada 17 hingga 19 Januari 2024.
Baca juga : BRI Cabang Maumere Salurkan 250 Ribu Liter Air Bersih untuk Bantu Masyarakat di Daerah Kekeringan
Lewat sistem gravitasi yang inovatif, instalasi air ini mampu mengalirkan air bersih ke lebih dari 400 rumah tangga (jiwa pemanfaat) di Desa Pada Eweta. Dengan kapasitas bak reservoir mencapai 25.000 liter air dan distribusi mencapai 3600 liter per jam melalui pipa Vinilon PN 10 SDR 17, akses air bersih kini menjadi sangat dekat dengan pemukiman warga.
Sebanyak 28 titik kran air berhasil dipasang untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
“Semua bergotong-royong semangat luar biasa demi air bersih. Kami merasa senang dan bergembira karena air sudah mengalir dan kami berharap bisa terus melestarikan air kepada anak dan cucu kami,” kata Oris, Warga Desa Pada Eweta.
Program air bersih ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini. Namun juga merupakan investasi dalam masa depan yang cerah bagi generasi mendatang.
Dengan upaya bersama, air bersih akan terus mengalir, memberikan harapan bagi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Desa Pada Eweta. (RO/E-1)
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Tujuan SDG yang dilakukannya tidak hanya lewat CSR semata, melainkan juga menjadikan perusahaan berwawasan lingkungan.
UPAYA menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus diperkuat melalui kegiatan edukasi dan peningkatan sarana sanitasi di lingkungan sekolah dasar.
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan perusahaan, Mondelez Indonesia mendorong karyawan untuk terlibat dalam kegiatan sosial melalui Purpose Day 2025.
Kendaraan dinas yang diperiksa, di antaranya mobil dinas Sekda Kota Madiun Soeko Dwi Hardianto dan mobil dinas Kepala Bagian Umum Kota Madiun.
SWISS-Belhotel Airport Yogyakarta memperingati hari ulang tahun yang ke-2 dengan menggelar berbagai kegiatan corporate social responsibility (CSR).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved