Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Karantina Indonesia (Barantin) memberikan dukungan penuh untuk persiapan audit kebun dan rumah kemas durian asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Ini dilakukan guna memastikan kelancaran proses ekspor durian ke pasar Tiongkok.
Kepala Barantin Sahat M Panggabean menyatakan kesiapan mereka untuk diaudit oleh pihak Tiongkok. Dalam rangka memastikan persyaratan dievaluasi dengan baik, Sahat melakukan peninjauan langsung ke kebun dan rumah kemas durian di dua lokasi di Kabupaten Parigi Moutong.
Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memastikan bahwa segala persyaratan yang diminta oleh pihak Tiongkok dapat dipenuhi dengan baik, sehingga durian Sulawesi Tengah dapat berhasil diekspor ke Tiongkok. Lokasi kebun durian yang dikunjungi mencakup kebun seluas 2 hektar milik petani durian, I Made Utara, di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Parigi Moutong.
Baca juga : Durian Parigi Moutong Didorong Masuk Pasar Global

Sahat berdiskusi dan berdialog dengan petani durian untuk mengetahui kendala-kendala yang mereka hadapi. Dalam sesi tanya jawab, petani mengungkapkan beberapa kendala seperti masalah pupuk, kebutuhan air di daerah pegunungan, dan penyakit tanaman.
"Tiga isu terkait pupuk, mata air, dan masalah penyakit menjadi catatan bagi kita untuk segera ditindaklanjuti," ungkap Sahat.
Setelah kunjungan ke kebun, Sahat melanjutkan perjalanan ke rumah kemas milik PT Feng Zhi Xiang dan PT Ammar Durian Indonesia (ADI). Dalam kunjungan tersebut, Sahat menyatakan bahwa kebun dan rumah kemas tersebut sudah siap untuk diaudit oleh Pemerintah Tiongkok (GACC).
Baca juga : Badan Karantina Indonesia Buka Akses Durian Tembus Pasar Tiongkok
"Kebun dan rumah kemas ini sudah siap, semua traceability atau ketertelusurannya ada. Kita sudah bersurat ke GACC, tinggal menunggu kabar dari GACC," jelas Sahat.
Sahat juga menyampaikan harapannya kepada asosiasi durian, khususnya di Parigi Moutong, agar menjadi asosiasi yang kompak dan saling membantu guna memperkuat ekspor durian. Ia berharap agar petani dan pengekspor durian dapat memiliki peran dalam menentukan atau mengendalikan harga.
"Dengan asosiasi yang kompak, petani dan pengekspor durian dapat berperan lebih baik untuk menentukan harga. Harapan saya, durian kita bisa menjadi primadona dan durian Indonesia dapat menguasai pasar dunia," pinta Sahat.
Baca juga : Jokowi Lobi-lobi PM Tiongkok Ekspor Durian hingga Sarang Walet
Sahat berharap agar masyarakat dan para pelaku usaha tani yang memiliki lahan dapat ikut serta menanam durian, mengingat potensinya yang sangat menjanjikan.
"Saya harap, durian kita bisa menjadi primadona dan durian Indonesia dapat menguasai pasar dunia," harapnya.
Harapan tersebut diutarakan setelah Sahat dan rombongannya mencicipi langsung durian montong yang ada di Parigi Moutong, dan Sahat menyatakan bahwa durian tersebut sangat enak dan berbeda rasanya. (Z-10)
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
HUJAN deras mengguyur Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (11/1). Curah hujan tinggi membuat empat desa tergenang.
CIFOR-ICRAF Indonesia bersama Kelompok Kerja Solutions for Integrated Land and Seascape Management in Indonesia (Pokja SOLUSI) Sulawesi Tengah menggelar konsultasi publik.
Filosofi siaga sebelum bencana harus menjadi budaya kerja sekaligus budaya hidup
ATLET asal Sulawesi Tengah, Brigpol Akyko Micheel Kapito, dipastikan memperkuat tim nasional Teqball Indonesia pada Sea Games Thailand 2025.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, mendorong para dokter umum di Sulteng melanjutkan pendidikan dokter spesialis melalui Program Beasiswa Berani Cerdas.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved