Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA daerah di Jawa Barat terdampak bencana akibat hujan deras yang terjadi Minggu (11/2) malam. Di Kabupaten Sumedang, banjir mengepung wilayah Desa Cipelang dan Ujung Jaya di Kecamatan Ujung Jaya. Hujan deras menyebabkan tanggul Sungai Cipelang jebol.
"Sebanyak 220 rumah yang dihuni 700-an jiwa terendam banjir. Saat ini tim BPBD masih melakukan asesmen dan evakuasi di lokasi terdampak," ujar Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Hadi Rahmat Hardjasasmita, Senin (12/2).
Sementara banjir di Kabupaten Majalengka terjadi di Desa Palasah, Kertawinangun dan Pakubeureum, Kecamatan Kertajati. Saat kejadian, hujan lebat turun selama 4 jam.
Baca juga : Tasikmalaya Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga 31 Mei 2024
"Banjir juga terjadi akibat air kiriman dari wilayah Congeang, Kabupaten Sumedang," tambah Hadi.
Di wilayah ini, sebanyak 1.300-an rumah terdampak banjir, dengan korban terdampak 1.150 orang.
"Tim BPBD masih terus melakukan tindakan dan pendataan di lokasi kejadian. Kami juga siap mengirimkan logistik yang dibutuhkan para korban," lanjut dia.
Baca juga : Musim Pancaroba, Bogor Mulai Dilanda Banjir dan Telan Korban
BPBD, tambah Hadi, mengingatkan warga untuk waspada. Pasalnya curah hujan tinggi masih akan terjadi di sejumlah lokasi di Jawa Barat.
(Z-9)
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Pendapatan normal Jawa Barat di angka Rp26,9 triliun.
BUPATI Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kabar soal ratusan korban akibat adanya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak benar.
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Pemkab Sumedang membantu penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih dan perbaikan irigasi.
Sebelumnya, di Sumedang telah beroperasi Sekolah Rakyat di Gedung Balai Latihan Kerja. Proses belajar mengajar sudah dimulai sejak 5 Agustus 2025 lalu.
Donasi ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, serta masyarakat Kabupaten Sumedang
Capaian ini menempatkan Sumedang sebagai salah satu daerah dengan kualitas pelayanan publik yang dinilai sangat baik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved