Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) pada tahun ini menganggarkan sebanyak Rp1,3 miliar untuk operasi pasar murah. Kegiatan operasi pasar murah dilakukan sebagai upaya untuk menekankan inflasi.
Kepala Disperindagkop UKM Riau Taufiq OH mengatakan, seperti tahun sebelumnya kegiatan operasi pasar murah juga kembali dilaksanakan pada tahun ini. Namun, untuk lokasinya belum ditentukan.
"Tahun ini kami anggarkan sebanyak Rp1,3 miliar untuk kegiatan pasar murah di Riau. Kegiatan ini untuk menurunkan inflasi di Riau," kata Taufiq, Selasa (30/1).
Baca juga : Tekan Inflasi, Pemkab Lamongan Gelar Operasi Pasar
Ia menjelaskan, lokasi pelaksanaan operasi pasar murah akan disesuaikan terutama di daerah yang sedang terjadi inflasi. Pasalnya, tujuan dari operasi pasar murah adalah untuk menurunkan atau mengintervensi inflasi di daerah tersebut.
"Untuk lokasinya akan disesuaikan nantinya. Intinya daerah yang sedang terjadi inflasi maka akan dilakukan operasi pasar murah. Tujuannya agar inflasinya bisa segera turun, dan harga dapat kembali normal," ujarnya.
Ia mengungkapkan, dengan anggaran sebanyak Rp1,3 miliar tersebut, pihaknya menargetkan akan melaksanakan pasar murah pada 64 lokasi. Selain menggunakan APBD Riau pasar murah juga didukung dengan dana dari APBN.
Baca juga : Pemko Pematang Siantar Terus Gelar Pasar Murah dan Operasi Pasar
"Jadi selain menggunakan APBD kita juga nantinya mendapatkan dukungan dari APBN," jelasnya.
Ia menambahkan, apabila anggaran untuk kegiatan pasar murah sudah habis, namun masyarakat masih memerlukan intervensi dari pemerintah untuk menurunkan inflasi. Maka pihaknya dapat kembali mengajukan anggaran untuk melaksanakan kegiatan serupa melalui anggaran Biaya Tak Terduga (BTT).
"Kalau dana yang bersumber dari APBD sudah terserap seluruhnya, maka kami dapat mengajukan penggunaan anggaran dari BTT," pungkasnya. (Z-6)
Baca juga : Legislator Minta Pemerintah Harus Gerak Cepat Atasi Inflasi Harga Beras
TPID DIY dan Bupati Gunungkidul pantau harga sembako di Pasar Semin. Cabai rawit merah tembus Rp80.000. Simak skenario intervensi dan daftar harga terbaru.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Utara memerketat pengawasan harga dan menggencarkan operasi pasar menjelang Idulfitri 2026.
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Sejumlah komoditas sempat mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai rawit merah yang sebelumnya menembus kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Bulan ini diprediksi terdapat panen cabai merah sekitar 14.496 ton yang tersebar di Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, dan Bandung Barat.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Azis Subekti memperingatkan pemerintah akan adanya risiko sistemik terhadap ekonomi Indonesia akibat memanasnya konflik Timur Tengah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
PROVINSI DKI Jakarta mencatat inflasi sebesar 0,63% (month to month/mtm) pada Februari 2026, berbalik dari kondisi deflasi 0,23% (mtm) pada Januari 2026.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, berpotensi memicu dampak ekonomi global.
BPS juga menyoroti bahwa Februari 2026 bertepatan dengan momen Ramadan. Berdasarkan historis lima tahun terakhir, inflasi selalu terjadi saat Ramadan dengan besaran yang berfluktuasi.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved