Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Kementerian Pertanian (Kementan), Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-P) Negeri Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) senantiasa berkomitmen melaksanakan 'sistem anti penyuapan' secara internal.
Hal itu dilaksanakan dengan adanya Audit Survailen Sertifikat SNI ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) bersama United Registar of Systems (URS) Cabang Balikpapan pada Kamis pekan lalu [25/1]
Pentingnya pengelolaan anti penyuapan dalam Manajemen Pendidikan Kejuruan bertujuan mengidentifikasi, mencegah dan mendeteksi terjadinya penyuapan terutama bagi sekolah vokasi, salah satunya SMK-PP Negeri Banjarbaru.
Baca juga: Siap Magang ke Luar Negeri, Kementan Bekali Petani Muda dengan Bahasa Asing
Kepada Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nurysamsi bahwa Audit SMAP dilakukan sebagai bentuk konsistensi menjalankan sistem pemerintahan yang bersih dari isu penyuapan (good governance).
“BPPSDMP Kementan sebagai badan yang mengelola sumber daya manusia, sudah selayaknya kita menerapkan anti penyuapan bagi tercapainya pembangunan pertanian yang bersih dan transparan,” kata Dedi Nursyamsi dalam keterangan pers, Minggu (28/1/2024)
Setelah dilakukan audit eksternal selama satu hari, F. Sumarlin Saranga selaku auditor dari URS Balikpapan menyatakan bahwa SMK-PP Negeri Banjarbaru direkomendasikan untuk mendapatkan Sertifikat SMAP, SNI ISO 37001:2016.
Baca juga: Tingkatkan Kompetensi Pemuda, Kementan Gelar Bimtek Pengolahan Kayu Manis
“Dari kesimpulan hasil audit, sejauh ini tidak ada temuan yang sifatnya major dan minor. Kami merekomendasikan SMK-PP Negeri Banjarbaru mendapatkan Sertifikat ISO 37001:2016," katanya di Banjarbaru.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso diwakili Airin Nurmarita selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum yang hadir pada pemaparan hasil audit, menyatakan senang dan bangga bahwa SMK-PP N Banjarbaru layak meraih ISO 37001:2016.
“Saya mewakili kepala sekolah menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya. Setidaknya, kita secara manajemen telah berusaha meminimalkan risiko penyuapan. Semoga niat ke depan, untuk terus memperbaiki, dan ini yang sudah diakui, secara legal diakui oleh URS,” kata Airin Nurmarita.
Baca juga: Riki Yakub Sukses Beternak Itik, Kementan Terus Dukung Petani Muda Kalsel
Ditambahkan oleh Kasubbag Tata Usaha SMK-PP Negeri Banjarbaru, Johan Pujianto, “Alhamdulillah berkat peran dan kerjasama semua pihak, SMK-PP Negeri Banjarbaru mendapatkan ISO 37001:2016."
Secara terpisah Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso menambahkan, dengan mendapatkan Sertifikat ISO 37001:2016 maka SMK-PP Negeri Banjarbaru akan berkerja lebih baik lagi.
"Mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang, kami tetap mampu mempertahankan ISO 37001:2016,” katanya. (S-4)
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia merupakan faktor penentu keberlanjutan pangan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved