Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) optimistis bisa mencetak pemuda petani yang kompeten melalui pemagangan luar negeri.
Para petani muda akan memperdalam dan memperkuat keterampilan serta kompetensi dengan memetik pengalaman bekerja dan belajar dikeluarga petani saat ini ke perusahaan pertanian.
Kegiatan permagangan merupakan salah satu program unggulan dari Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS).
Baca juga: Pembibitan Semi Modern. Kementan Tingkatkan Kapasitas Petani Muda Kalsel
Program YESS secara komprehensif mempersiapkan peserta untuk mengikuti kegiatan magang luar negeri dan alah satu negara tujuannya adalah Taiwan.
Berbagai tahapan dilalui untuk menyiapkan peserta pemagangan yang adaptif dan unggul diantaranya pelatihan bahasa dan pemahaman budaya negara Taiwan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa peserta pemagangan merupakan semua duta bangsa Indonesia yang mendapatkan tugas dan kehormatan untuk melaksanakan magang di negara Taiwan.
Atas nama bangsa Indonesia, mereka melaksanakan tugas negara yang sangat mulia magang untuk menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi vokasi pertanian yang nanti dibawa ke negara Indonesia untuk dipraktikkan.
Baca juga: Pemkab Tasikmalaya Targetkan Lahirkan 6.000 Petani Milenial
"Kalian harus menjadi petani milenial yang akan membawa Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045”, pesan Dedi.
Sekolah Menengah Kejuruan – Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) di Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam Program YESS,.
SMK-PP menggelar sosialisasi pelaksanaan kegiatan pelatihan pra keberangkatan magang di luar negeri [Pre-departure Training Overseas apprenticeship] dalam hal ini ke Taiwan, yang di gelar di Kampus SMK-PP N Banjarbaru, Selasa [12/12),
Baca juga: Tingkatkan Kompetensi, Kementan Kirim Petani Millenial Magang ke Luar Negeri
Kegiatan ini dihadiri 28 orang penerima manfaat Program YESD dari wilayah Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Hulu Sungai Selatan..
Adapun rincian dari 28 orang tersebut terdiri dari 20 orang peserta calon peserta magang yang juga peserta pelatihan bahasa Taiwan dan untuk delapan orang merupakan calon peserta untuk batch II.
Kegiatan ini sendiri peserta diberikan materi dari tiga narasumber di antaranya Inneke Kusumawaty selaku Project Manager Program YESS, Sidi Asmono dari KTNA Nasional, Kuo Tsao Kai dari TETO Taiwan, kemudaian ada juga dari Komponen 1 NPMU.
Sementara itu, Deputi Bidang Teknis PPIU Kalsel, Airin Nurmarita menjelaskan bahwa peserta pelatihan bahasa Taiwan dan calon peserta magang di Taiwan ini di antaranya adalah alumni dari SMK-PP Negeri Banjarbaru, dan sebagian adalah pemuda dari 4 wilayah Program YESS di Kalsel. (RO/S-4)
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia merupakan faktor penentu keberlanjutan pangan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved