Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
RAHMAT Trianto, Pemimpin Revolusioner, dalam Aksi Nyata Pencitraan Calon Legislatif (Caleg) akan berjuang keras mewujudkan proyek Jembatan Impian dengan biaya sebesar Rp3,6 triliun.
Rahmat Trianto, Caleg Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Selatan II, yang meliputi Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Banjarbaru, dan Banjarmasin berjuang melalui Partai Nasional Demokrat (NasDem). Pihaknya berkomitmen mewujudkan rencana megah pembangunan Jembatan Pulau Laut Kotabaru.
Proyek Pembangunan jembatan sepanjang 6,3 kilometer dengan total biaya Rp3,6 triliun tersebut akan menjadi prioritas bagi Rahmat Trianto sebagai wakil rakyat lewat Pemilihan Legislatif (Pileg) RI untuk memperjuangkannya bisa terselesaikan pada tahun 2024, saatnya dia duduk menjadi wakil rakyat.
Baca juga: Bawaslu Kota Semarang Copot Stiker Kampanye di Puluhan Mobil Angkot
Memiliki jaringan yang kuat, mantan Komandan Distrik Militer (Dandim) Tanah Bumbu yang merupakan Magister Sains bidang pertahanan ini dipastikan berhasil membawa perubahan untuk masyarakat Kalimantan Selatan.
"Saya ingin melakukan percepatan revolusi Infrastruktur di Kalimantan Selatan. Saya memahami masyarakat sangat menantikan kehadiran Jembatan Pulau Laut Kotabaru, Seiring dengan ditetapkannya Kawasan Ekonomi Khusus Setangga Tanah Bumbu," ujar Caleg DPR RI nomor urut 2 itu.
Pada 2024 ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menganggarkan dalam APBD sebesar Rp500 miliar.
Baca juga: Tangerang Diserbu Baliho Caleg Pelanggar Aturan Pemilu
“Kehadiran saya di DPR RI nanti pasti akan menggiring dan melancarakan serta mempercepat proses penganggaran agar dana yang akan dikucurkan ke Kalsel” katanya.
Pembangunan Jembatan Pulau Laut Kotabaru sudah dikerjakan sejak Tahun Anggaran (TA) 2014/2015. Namun terhenti karena ketidakjelasan pemerintah pusat untuk membantu pembiayaan.
Sementara dari Kotabaru dan Tanbu sudah terbangun kerangka jalan penghubung Jembatan Pulau Laut tersebut.
Ketika itu, perencanaan pembiayaan pembangunan Jembatan Pulau Laut Kotabaru lebih kurang Rp3 triliun dengan sistem patungan Pemprov Kalsel Rp500 miliar, Pemkab Kotabaru dan Tanbu masing-masing Rp250 miliar.
Pembangunan jembatan Pulau Laut Kotabaru menghubungkan dengan Pulau Kalimantan sangat dinantikan masyarakat Kalimantan Selatan. (Z-1)
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi.
Panitia Kerja (Panja) Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Onshore Processing Facility (OPF) Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA) di Gresik.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
Satgas Saber Pangan harus bekerja maksimal mencegah kecurangan harga pangan yang merugikan masyarakat.
Indra merupakan tersangka dalam kasus ini. Di sisi lain, eks Sekjen DPR itu sedang mengajukan praperadilan.
Untuk membangun jembatan permanen yang representatif, diperlukan anggaran mencapai Rp80 miliar. Sementara itu, kemampuan APBD Kabupaten Lampung Timur hanya Rp18,99 miliar.
Jembatan yang putus menghubungkan Dusun Mempiu Desa Cerucuk dengan Dusun Air Mungkui Desa Bulu Tumbang.
Hingga kini, akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan progres kinerja Satuan Tugas (Satgas) Jembatan pada Presiden Prabowo Subianto.
Ada 11 jembatan yang rusak terdampak banjir bandang meluapnya aliran Sungai Cimandiri
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved