Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ERUPSI Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur disertai intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin yang menerjang pemukiman warga yang berada di zona merah. Banjir lahar dingin juga menerjang ratusan hektar tanaman warga. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi saat ini sebanyak lebih dari 7 ribu jiwa.
Intensitas hujan yang tinggi saat terjadinya erupsi gunung Lewotobi Laki-laki, menyebabkan terjadinya banjir lahar dingin yang menerjang pemukiman warga yanh berada di zona merah, dekat dengan kaki gunung.
Seperti yang terlihat di Desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur. Tampak banjir lahar dingin menerjang wilayah ini dan menggenangi rumah-rumah warga.
Baca juga: 528 Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Dievakuasi Brimob NTT
Salah seorang pemilik rumah yang diterjang banjir lahar dingin, Yohanes Koban, mengaku, kaget dengan kejadian ini. Ia sebelumnya berada di lokasi pengungsian, dan ketika mengecek rumahnya, ternyata rumahnya telah digenangi banjir lahar dingin setinggi 30 sentimeter.
Tampak banjir lahar dingin ini berwarna kelabu dan kecoklatan, bercampur lumpur, batu, dan kayu. Tercium pula aroma balerang saat banjjr lahar dingin ini menerjang rumah warga.
Warga pun dibantu petugas melakukan pembersihan material banjir di rumah dan di lokasi pemukiman. Tidak hanya menerjang pemukiman warga, tetapi banjir lahar dingin juga menerjang ratusan hektar lahan warga. Sekitar 400 hektar tanaman warga, seperti padi, jagung, pisang, vanili, pisang dan kelapa, rusak diterjang banjir lahar dingin sehingga dipastikan tanaman warga terancam gagal panen.
Baca juga: Sebagian Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Idap ISPA
Saat ini juga, sebanyak lebih dari 7 ribu warga masih bertahan di tempat-tempat pengungsian yang tersebar di 7 kecamatan, dan lebih dari 3 ribu warga mulai menderita berbagai penyakit, dengan penyakit yang dominan, adalah Ispa, sebanyak 1725 kasus, Hipertensi sebanyak 167 kasus, influenza sebanyak 105 kasus, dan yang menderita diare sebanyak 42 kasus, dan sejumlah penyakit lainnya. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri, dibantu para relawan dan sejumlah pihak, terus berjibaku menyalurlan bantuan dan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak erupsi.
Sementara itu, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih terus terjadi secara flukltuatif. Data pos pemantau gunung Lewotobi, mencatat dalam kurun waktu 6 jam pada pagi hari tadi, telah terjadi 8 kali letusan, disertai 6 kali awan panas guguran, dan 19 kali guguran material erupsi disertai aliran lava. Dan pada pukul 13 lebih 37 menit siang tadi, kembali terjadi erupsi disertai awan panas guguran sejauh 1500 meter ke arah utara. (Z-10)
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Masyarakat Aceh, terutama yang berada di dua gampong yaitu Rembune dan Pantan Pediangan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, harus mengungsi.
Gunung berapi Kilauea di Hawaii kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Aliran lava terlihat mengalir sejak akhir pekan.
Gunung Sakurajima dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Jepang.
“Pada tanggal 19 September 2025 terjadi peningkatan jumlah gempa low frequency yang diikuti dengan kejadian erupsi dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 500-1.000 meter"
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif, Kawah Verbeek.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved