Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNUNG Marapi di Sumatra Barat, kembali erupsi, Minggu (14/1), sekitar pukul 06.21 WIB. Erupsi kali ini disertai tiga bunyi gemuruh yang sangat keras.
Batu pijar terlihat dengan jelas. Ketinggian abu vulkanik muntahan erupsi mencapai ketinggian 1.300 meter dari puncak gunung dengan durasi erupsi sekitar 45 detik.
Selang 10 menit dari bunyi tersebut, hujan abu pun menyelimuti perkampungan warga di Kecamatan Candung.
Baca juga: Pengungsi Erupsi Marapi di Sumbar Kian Bertambah
Kawasan posko bersama penangganan erupsi Gunung Marapi yang berada di Cumantiang Jorong Batang Silasih Nagari Bukit Batabuah, Kabupaten Agam, diguyuri hujan abu disertai gerimis.
Hingga saat ini hembusan abu vulkanik masih terus menyembar dari dasar kawah gunung.
Baca juga: Gunung Marapi Berstatus Siaga dan Terus Erupsi, Warga Tetap Aktivitas Seperti Biasa
Letusan ini merupakan yang pertama kali pada hari minggu ini. (Z-3)
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Masyarakat Aceh, terutama yang berada di dua gampong yaitu Rembune dan Pantan Pediangan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, harus mengungsi.
Gunung berapi Kilauea di Hawaii kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Aliran lava terlihat mengalir sejak akhir pekan.
Gunung Sakurajima dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Jepang.
“Pada tanggal 19 September 2025 terjadi peningkatan jumlah gempa low frequency yang diikuti dengan kejadian erupsi dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 500-1.000 meter"
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif, Kawah Verbeek.
BNPB merilis perluasan radius bahaya 4 km dan sektoral 5,5 km dari arah bukaan kawan di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
Hujan abu telah mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (23/12) hingga Minggu (24/12).
Hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobu Laki-Laki di NTT terpantau setinggi 1.000-1.500 meter di puncak gunung dan berdampak di lima desa di dua kecamatan.
Material erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki memang masih di puncak, tapi masyarakat diminta mengenakan masker karena baru belerang yang ditiupkan angin ke sejumlah desa.
"Ya dentuman itu keras sekali, terdengar sampai Jrakah. Tetapi masyarakat masih tenang dan terkendali."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved