Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 127 orang warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan pekerja migran ilegal dilaporkan terdampar di perairan Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut), pada Rabu (10/1) pagi. Mereka diturunkan paksa ke laut dalam kondisi memprihatinkan.
"Mereka tidak diantar sampai tepi laut, tetapi diturunkan paksa oleh pihak kapal tongkang," ungkap M Faisal Nasution, Camat Pantai Labu, Kamis (11/1).
Dia menuturkan, pada Rabu (10/1) pagi, sekitar pukul 05.30 WIB, para nelayan telah menemukan para WNI yang terdampar di daerahnya. Mereka terdampar di muara Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu.
Baca juga: Pemerintah Benahi Tata Kelola Penempatan Pekerja Migran dari Hulu ke Hilir
Jumlah mereka yang terdampar sebanyak total 127 orang yang mana dua orang di antaranya adalah anak-anak yang masih berusia balita. Setelah menemukan mereka, para nelayan selanjutnya membantu mengangkut mereka dari wilayah pantai ke tempat penampungan sementara.
Setelah dihitung jumlah keseluruhan mereka sebanyak 127 orang. Mereka mengaku sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) yang sebelumnya bekerja di Malaysia secara ilegal.
Sebelum terdampar, mereka diangkut dua unit kapal tongkan untuk keluar dari Malaysia. Namun setelah masuk ke perairan Indonesia, mereka diturunkan paksa di wilayah perairan Deli Serdang.
Baca juga: Kejahatan Perdagangan Manusia Hantui Depok, Kasus Teranyar di Cimanggis
Mereka diturunkan paksa sekitar satu mil dari tepi laut dengan ketinggian air masih sepinggang orang dewasa. Saat diturunkan, mereka dalam kondisi memprihatinkan, bahkan beberapa di antaranya mengalami luka.
Mereka diturunkan di antara muara Desa Bagan Serdang, Kecamatan Percut Sei Tuan, dengan muara Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu. Syukurnya, mereka langsung ditolong sejumlah kapal nelayan dari Desa Paluh Sibaji.
Para nelayan juga membantu proses evakuasi dari tepi laut ke tempat-tempat aman untuk penampungan sementara. Antara lain sebanyak 62 orang ke Kantor Desa Bagan Serdang dan sebanyak 65 orang ke Polsek Pantai Labu.
Selanjutnya para pekerja migran tersebut dipindahkan ke Kantor Camat Pantai Labu. Menurut Faisal, mereka dikumpulkan di aula kantor kecamatan dan saat ini sudah didata pihak Imigrasi.
Selain itu, mereka juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan di klinik kantor kecamatan. Berdasarkan pendataan, sebagian dari mereka berasal dari Sumut, yakni dari Kota Medan, Belawan, Lubukpakam, Percut Seituan, Binjai, Langkat, Indrapura, Perdagangan dan Batubara. Sebagian lagi berasal dari Aceh, Riau, Sumatra Barat dan luar pulau Sumatra.
Seperti Madura, Gresik, Blitar, Banyuwangi, Jawa Timur, Majalengka, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, NTB dan Sulawesi. Saat ini proses pemulangan mereka sedang berlangsung, ada yang dengan menumpang angkutan umum dan ada juga dijemput pihak keluarga.
(Z-9)
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antar BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung pembiayaan sektor ketenagakerjaan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, menekankan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) bukan hanya tenaga kerja, melainkan juga duta bangsa.
Kemitraan ini memastikan pekerja migran di Taiwan mendapatkan pekerjaan yang layak serta akses perlindungan sosial yang mumpuni.
Perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri menjadi isu mendesak di tengah tingginya kerentanan terhadap eksploitasi HAM.
Pemerintah memperkuat upaya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak tahap paling awal, yakni proses pencarian kerja di ruang digital.
Pelaku menampung empat orang calon pekerja migran di sebuah rumah sebelum diberangkatkan secara ilegal ke Malaysia.
Polda Riau menangkap dua pria yang berperan sebagai transportir 22 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dari Malaysia.
Menteri P2MI menyebut bahwa semua pekerja migran di Kamboja adalah illegal karena tidak ada kerja sama penempatan di negara itu. Kebanyakan PMI diperkerjakan di judi online dan scamming.
KemenP2MI mencegah keberangkatan enam calon pekerja migran Indonesia (CPMI) perempuan yang akan diberangkatkan secara nonprosedural ke Malaysia dan Jepang.
KEMENTERIAN Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mendeteksi adanya sebanyak 1.800 pekerja migran ilegal yang melakukan mudik lebaran ke Tanah Air.
POLISI membeberkan peran tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Bahrain. Ketiga tersangka berinisial SG, RH, dan NH
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved