Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMPLEKS Candi Prambanan akan menjadi saksi kemeriahan malam pergantian tahun dari 2023 ke 2024. Sebuah Festival Swara Prambanan dengan tema Bukti Cinta Ke-1000 akan dihadirkan ke pengunjung.
Direktur Utama PT Taman Wisata Candi, Febrina Intan mengungkapkan, tema tersebut diambil dari cerita legenda Roro Jonggrang. Penonton akan menikmati senja terakhir 2023 bersama para musisi dan seniman dari Yogyakarta, seperti Sheila On 7, Shaggydog, Ndarboy Genk, Jikustik, Kunto Aji, dan Jogja Hiphop Foundation.
Ia mengatakan, pagelaran Swara Prambanan dapat menjadi event tahunan yang melestarikan budaya Indonesia dan menarik perhatian turis mancanegara.
Baca juga : Playlist Live Festival 2024 Hadirkan Musisi Terkenal dan Siap Gebrak Kota Bandung
“Kami ingin Swara Prambanan ini menjadi wadah untuk menampilkan karya-karya hebat seniman Jogja melalui musik, instalasi seni, dan pertunjukan sendratari," kata dia, Jumat (29/12).
Pihaknya juga ingin pengunjung ikut serta berpartisipasi dalam upaya melestarikan budaya kita.
"Kami juga ingin menarik turis mancanegara untuk berkunjung ke Jogja dan memperkenalkan budaya Jogja kepada mereka melalui cara yang unik dan seru," imbuh dia.
Baca juga : Seka Yama Sukai Berbagai Makanan Indonesia
Festival yang akan berlangsung di taman wisata Candi Prambanan tersebut jelas menjanjikan pengalaman seni luar biasa dengan menghadirkan instalasi seni kolaboratif dan ruang kegiatan budaya bagi para pengunjung.
Sebuah instalasi seni berukuran besar karya Wisnu Ajitama telah terpasang cantik berlatar Candi Prambanan untuk menyambut pengunjung. Berbagai macam tarian tradisional juga siap ditampilkan.
Alunan musik keroncong dari Voice of Citizens (VOC) dan Keroncong Atap
diharapkan akan menambah semarak festival ini. Grup musik Angklung Rajawali Malioboro juga akan “memindahkan†nuansa hangat angkringan jalan Malioboro ke dalam venue Swara Prambanan.
Baca juga : Indonesia Kita Boyong “Musuh Bebuyutan” ke Yogyakarta
Sinema Rakyat juga dihadirkan dengan berkolaborasi dengan Forum Komunitas Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). Pengunjung akan mendapatkan pengalaman menonton film di alam terbuka.
Pengunjung juga diajak untuk meracik jamu, melukis batik, bermain layangan, workshop Wayang Suket, dan workshop gerabah (tembikar). Sajian kuliner yang merepresentasikan masa lampau juga bisa dinikmati di area Pasar Medang.
CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu menuturkan, pihaknya ingin menghadirkan konser musik yang tidak hanya seru tetapi juga membekas di hati pengunjung di Festival Swara Prambanan.
Baca juga : Malam Pergantian Tahun, Malioboro Jadi Car Free Night
Ayu menambahkan, seluruh pengunjung diharapkan tidak hanya senang sepulang dari Swara Prambanan, tetapi juga mendapat pengalaman unik yang membekas di hati. Dengan demikian, secara tidak langsung, mereka ikut membantu melestarikan budaya Indonesia khususnya Jogja.
Kolaborasi yang memukau, merupakan sinergi utama yang mengantarkan Swara Prambanan sebagai event yang memberikan sentuhan khusus dalam menggabungkan seni, budaya, dan atmosfer Prambanan. Proses kolaboratif ini merupakan wujud dari upaya bersama dalam merancang konsep yang unik.
Adam Subarkah, personil Sheila On 7, serta Adhitya Bhagaskara, personil Jikustik menyampaikan dukungan penuh mereka untuk seluruh pagelaran seni yang lahir dari tangan anak-anak bangsa dan ikut berkolaborasi dengan seniman lokal.
Baca juga : Seniman Indonesia Tampil pada Festival Projection Mapping di San Francisco, AS
Menurut Adam, festival itu adalah kesempatan yang luar biasa untuk terlibat dalam festival seni yang menggabungkan berbagai aspek kreatif dan seni secara keseluruhan. Kolaborasi yang terjadi dengan seniman dan musisi lokal lainnya membawa rasa kebersamaan dan kekayaan kreativitas Jogja.
"Kami berharap dapat memberikan kontribusi positif dan menciptakan koneksi emosional dengan penonton melalui musik kami. Karena kolaborasi dan ide unik dari event ini, Sheila on 7 memilih untuk tahun baruan di Swara Prambanan,” jelas Adam.
Event Director GoLive Indonesia, Faqih Mulyawan, adanya aplikasi baru yang diluncurkan dalam Swara Prambanan dimaksudkan agar pengunjung dapat merasakan pengalaman pembelian tiket yang lebih aman.
Baca juga : God Bless Kembali ke Panggung TIM setelah 50 Tahun
“Di Swara Prambanan nanti, akses tiket hanya melalui aplikasi LOKÉT X, sehingga meminimalisir risiko tiket palsu. Kami ingin pengunjung merasa aman dan nyaman datang ke Swara Prambanan," kata dia.
Pendaftaran akun dilakukan dengan cepat melalui email dan OTP sehingga lebih terjamin keamanannya. "Proses pembelian tiket event tetap terkontrol, dengan tampilan webview dari loket.com dengan tiket yang tidak bisa dicapture," papar dia
Ia menyebut, Tiket Swara Prambanan masih tersedia dengan harga Rp425.000. Dengan tiket tersebut, pengunjung juga bisa masuk area Candi Prambanan. (Z-5)
Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 24 - 25 Januari 2026 berlokasi di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan..
Dalam momentum Hari Disabilitas Internasional, sebuah festival inklusi bertajuk Limitless Fest 2025 digelar melalui kampanye keberlanjutan Bangun Bangsa.
Festival ini lahir bukan sebagai seremonial semata melainkan menjadi gerakan sosial yang dirancang sistematis, monumental, dan berkelanjutan.
Setiap aktivitas dirancang berdasarkan misi utama Facebook: menciptakan hubungan yang tulus dan kebersamaan penuh tawa yang lahir dari partisipasi para pengguna di Indonesia.
Sekitar 3.000 pengunjung bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk menikmati keseluruhan rangkaian Soundrenaline yang tersebar di Lapangan Benteng, hingga simpul kota.
Sekitar 1.400 peserta dari belasan kota berkumpul di Ancol, Jakarta, Sabtu (22/11), mengikuti Fun Walk 5 km dalam rangkaian perayaan 75 tahun BPK Penabur.
Hasil donasi yang terkumpul akan dikelola secara profesional oleh Masjid Jogokariyan.
Didirikan pada 14 Maret 2025, Amustra lahir dari keresahan atas keterbatasan akses, perlindungan profesi, hingga minimnya ruang pengembangan bagi musisi tradisi.
Partisipasi aktif para pelaku musik, penting untuk memastikan hak ekonomi mereka benar-benar terlindungi.
Dalam rangka merayakan 11 tahun perjalanan sebagai wadah bagi musisi perempuan lintas genre dan generasi, Sisterhoodgigs Movement menggelar We Matter.
Rendy Laks menghadirkan tiga single terbaru sekaligus yang berjudul “Berakhir Di Sini”, “Mahligai”, dan “Pengagum Rahasia.
“Kita bentuk caranya, misalnya dalam bentuk PNBP di bawah ekonomi kreatif. Setiap pencipta boleh mendaftarkan karyanya dan diverifikasi oleh ekonomi kreatif sehingga lebih clear,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved