Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
APLIKASI waste management (manajemen sampah) Containder kembali mengukir prestasi dengan menyelenggarakan grand launching titik ke-2 di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua. Acara ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan grand launching pertama yang digelar di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Dengan tema "Menuju Teluk Bintuni Yang Bersih dan Berkelanjutan" acara ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi Containder sebagai solusi terkini dalam pengelolaan sampah secara digital. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 9.00 WIT sampai dengan selesai di GSG Kali Kodok Bintuni.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai komunitas dan perwakilan dari pemerintah daerah, menjadikannya momentum yang penting dalam upaya sosialisasi aplikasi Containder.
Baca juga: 15 Pemuda dari Lima Negara Raih Juara Ajang Young Social Entrepreneur (YSE)
Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Petrus Kasihiw menyampaikan antusiasme dan dukungannya terhadap inovasi yang dipersembahkan oleh Containder.
“Selamat atas kegiatan Grand Launching Containder di Bintuni, semoga dengan adanya aplikasi ini masyarakat Bintuni dapat meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, dan meningkatkan kebersihan lingkungan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis pada Rabu (13/12).
Baca juga: Kolaborasi CGV dan Coca-Cola Hadirkan 'Reborn Area', Bangun Kesadaran Daur Ulang
Selain itu, kehadiran berbagai komunitas dan dukungan penuh dari instansi pemerintah, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Mitra Containder yakni Unilever dan Archipelagic and Island States Forum (AIS Forum) turut memberikan warna tersendiri pada acara ini.
Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, memberikan dukungan penuh terhadap upaya pembenahan lingkungan melalui solusi digital yang dihadirkan oleh aplikasi Containder.
“Saya memberikan apresiasi kepada perkembangan Aplikasi Containder, karena telah menunjukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi kita semua dalam mengelola sampah dengan baik, dan semoga dalam kegiatan ini sebagai awal untuk perubahan positif yang nyata dan menghasilkan manfaat, berkelanjutan dan masif,” ungkap Sandiaga.
Kegiatan ini juga menjadi platform bagi pihak-pihak terkait untuk bersinergi dalam mencapai tujuan bersama, yakni mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih. Para peserta dan tamu undangan diharapkan, dapat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran aplikasi Containder dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.
“Diharapkan dengan hadirnya Containder, dapat merubah pola pikir serta kepedulian masyarakat Bintuni terhadap persampahan, sehingga mereka dapat menjalankan sistem persampahan dengan lebih efisien dan sistematis, karena dengan melalui Aplikasi Containder, masyarakat bisa mengkonversikan sampah plastik sebesar Rp.1000/kg dari harga pembelian,” ujar CEO Containder Indra Rando Makalew.
Secara terpisah, Staf Khusus Presiden Bidang Inovasi, Pendidikan dan Daerah Terluar Billy Mambrasar menyamapikan bahwa isu lingkungan sudah bukan lagi sesuatu yang bisa dilihat sebelah mata.
“Apa yang Containder kerjakan merupakan langkah konkret dalam menuju sustainability, salah satunya dengan menjaga planet bumi ini. Konsep konversi sampah menjadi rupiah (yang diterapkan Containder) juga dapat menambah manfaat bagi masyarakat,” ucap Billy yang juga merupakan Duta SDGs Indonesia.
Untuk aksi nyata yang berkelanjutan, Acara ini disambung oleh kegiatan Aksi Bersih yang akan diadakan setiap bulannya, dengan mengikut sertakan minimal 100 orang dalam setiap kegiatannya. Melalui acara ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan sampah secara efisien dan berkelanjutan di wilayah ini. (Z-7)
PENGELOLAAN energi menjadi salah satu fondasi penting bagi industri manufaktur dalam menjaga efisiensi operasional, daya saing, serta turut kontribusi terhadap pengurangan emisi.
Penerapan manajemen talenta berbasis AI menjadi langkah penting bagi IPB dalam memperkuat proses pengembangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan secara presisi.
Kopnus secara konsisten telah mengadopsi standar ISO/IEC 27001 dalam proses bisnisnya.
Berkembangnya globalisasi di era disrupsi memberikan perhatian penting dalam organisasi dan manajemen bisnis. Karenanya, salah satu aspek penting ialah kepemimpinan entrepreneurial.
Perusahaan dengan lebih banyak perempuan di posisi manajemen senior cenderung lebih optimistis terhadap pertumbuhan bisnis.
Banyak perusahaan harus menghadapi biaya yang tinggi, birokrasi rumit, serta kesenjangan antara permintaan dan ketersediaan tenaga kerja yang terampil.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Teba Sampah Organik, yang juga dikenal sebagai Teba Modern, merupakan sistem inovatif pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved