Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKTOR bisnis dan manajemen memasuki era VUCA. Dalam beberapa literatur, era VUCA merupakan merefleksikan volatility (keadaan yang cepat berubah dari tiap periode waktu ke waktu secara cepat dan masif), uncertainty (ketidakpastian informasi dan data), complexity (rumit dalam permasalahannya), serta ambiguity (ambigu dalam pembuatan dan pelaksanaan suatu proyek) pada suatu kondisi dan situasi yang terjadi pada umumnya.
Selain itu, berkembangnya globalisasi di era disrupsi memberikan perhatian penting dalam organisasi dan manajemen bisnis yang ada. Maka dari itu, salah satu aspek penting dalam menghadapi keadaan tersebut ialah jiwa kepemimpinan entrepreneurial.
Dalam beberapa pengertian, enterpreneurial ledearship merupakan pemimpin berjiwa wirausaha yang secara aktif mengambil manfaat dari lembaga mereka dan memanfaatkannya serta memengaruhi para pendukung mereka dengan memberikan contoh yang baik kepada semua dalam suatu organisasi. Dalam keadaan seperti saat ini, keberadaan pemimpin entrepreneurial memberikan manfaat penting dalam pengembangan sektor bisnis yang ada. Hal ini tentu memberikan aspek positif dalam meningkatkan berbagai investasi yang tentunya mendorong kesejahteraan karyawan bahkan masyarakat umum secara luas.
Pertama, pemimpin dengan jiwa enterepreneur menjadi salah satu corak pembeda yang ada dengan berbagai tipe pemimpin lain. Pemimpin menjadi contoh bagi bawahannya yang dapat menginspirasi dan menjadi contoh perilaku inovatif dalam organisasi bisnis agar mendapatkan profit dan tercapainya visi, misi dan tujuan yang ada.
Kedua, kepemimpinan kewirausahaan merupakan bentuk manifestasi yang harus diemban oleh organisasi. Indikator kepemimpinan kewirausahaan seperti berani mengambil risiko yang ada dalam keputusan bisnis, mampu memotivasi bawahannya, visioner berpikir ke depan, berorientasi pada prestasi, serta memiliki kegigihan dalam menghadapi tantangan pada era VUCA.
Kepemimpinan entrepreneur memberikan catatan penting bagaimana seharusnya para pemimpin menjawab berbagai perubahan yang ada secara lincah (agile) serta adaptif dalam merespon permasalahan yang ada. Dalam lingkup organisasi dan manajemen modern, keberadaan pemimpin entrepreneurial tentu sangat dibutuhkan. Hal ini karena masih jarang jiwa pemimpin yang menganut prinsip tersebut.
Pembelajaran dari perusahaan besar dalam bidang telekomunikasi seperti Nokia dan Blackberry tentu bisa merepresentasikan perlunya kepemimpinan yang menganut jiwa entrepreneur mampu membaca berbagai keadaan dalam dunia bisnis. Berkaca dari perusahaan tersebut, peran kepemimpinan dalam organisasi bisnis turut memberikan dampak signifikan dalam keberlangsungan manajemen dan bisnis dalam suatu organisasi.
Terakhir, kepemimpinan entrepreneurial memiliki urgensi yang tinggi dalam konteks saat ini, terutama dengan dinamika global yang cepat berubah dan tantangan kompleks yang dihadapi organisasi, komunitas, dan negara. Dalam konteks nasional atau regional, seperti di Indonesia, kepemimpinan entrepreneurial juga penting untuk mendorong transformasi digital, penguatan UMKM, dan akselerasi pembangunan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang ada dalam suatu negara.
Ia menegaskan bahwa organisasi besar tidak dapat dikelola dengan pendekatan simbolik atau sekadar mengandalkan popularitas jabatan.
KEPEMIMPINAN harus mampu menghadirkan arah strategis, memperkuat inovasi layanan, dan mendorong kinerja berkelanjutan di industri asuransi jiwa nasional.
Polbangtan YoMa menggelar pembinaan kepemimpinan dan disiplin bagi 125 ASN untuk memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan.
Spiritual leadership (kepemimpinan spiritual) yaitu kepemimpinan yang didasari oleh panggilan jiwa dan keterhubungan dengan-Nya demi menuntaskan misi yang diyakini.
NARASI kepemimpinan perempuan perlu direkonstruksi ulang sebab jalan perjuangan di berbagai bidang, termasuk perjuangan emansipasi, pendidikan, dan tantangan-tantangan yang dihadapi.
Formula intentional leadership mencakup nilai, tujuan, dan disiplin yang menjadi fondasi kepemimpinan berkelanjutan.
PENGELOLAAN energi menjadi salah satu fondasi penting bagi industri manufaktur dalam menjaga efisiensi operasional, daya saing, serta turut kontribusi terhadap pengurangan emisi.
Penerapan manajemen talenta berbasis AI menjadi langkah penting bagi IPB dalam memperkuat proses pengembangan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan secara presisi.
Kopnus secara konsisten telah mengadopsi standar ISO/IEC 27001 dalam proses bisnisnya.
Perusahaan dengan lebih banyak perempuan di posisi manajemen senior cenderung lebih optimistis terhadap pertumbuhan bisnis.
Banyak perusahaan harus menghadapi biaya yang tinggi, birokrasi rumit, serta kesenjangan antara permintaan dan ketersediaan tenaga kerja yang terampil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved