Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK mengetahui kehidupan warga di ujung Pulau Flores Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tokoh muda NTT asal Jakarta, Martinus Laba Uung Putra Lamaholot, mendatangi 3 desa di Kecamatan Tanjung Bunga yakni Desa Aransina, Desa Laton Liwo Satu, Desa Sinar Hadigala, Sabtu (9/12).
Lawatan dan dialog itu mendapat sambutan dari warga. Warga berharap kunjungan itu memberikan pencerahan soal peningkatan ekonomi dan kehidupan yang lebih baik bagi generasi muda dan pembangunan masa depan di desa tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Martinus Uung, bersama warga, menyusuri laut di wilayah Desa Aransina menuju ujung Tanjung Bunga Desa Lamatutu dengan menggunakan kapal kayu mengitari tanjung bunga Pulau Flores.
Baca juga: Ratusan Panwaslu di Flotim Apel Siaga Sambut Masa Kampanye Pemilu 2024
Sepanjang perjalanan tampak pemandangan laut yang sangat dangkal, indah dengan landak di dasar laut yang jernih dan biru dikitari tebing membuat suasana menjadi teduh dan menarik.
"Mari kita bersama-sama menjaga daerah ini yang penuh dengan potensi sumber daya alam dan keunikannya, ikut menjaga melestarikan serta bekerja keras lebih rajin lagi agar produk-produk lokal yang ada di wilayah ada tambahan nilai ekonomisnya yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas, tidak hanya di desa namun bisa ke tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, maupun Indonesia secara umum," ungkap Martinus Uung kepada Media Indonesia.
Martin Uung menyampaikan Ujung Timur, Kabupaten Flores Timur adalah mutiara yang selama ini terpendam dan tidak diungkap. Mestinya wilayah itu menjadi potensi yang sangat super dan kaya akan sumber daya alamnya, baik darat maupun laut yang indah namun, tidak sebanding dengan dukungan infrastruktur baik itu jalan dan kebutuhan warga setempat.
Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok di Flotim Meroket
Pada saat yang bersamaan, salah satu perwakilan warga, Suban Leton menyampaikan apresiasi kepada tokoh muda NTT yang mau berkunjung dan berbagi ilmu.
"Ternyata daerah ini memiliki potensi ekonomi yang sangat melimpah, namun tidak dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat karena keterbatasan sumber daya," kata Suban.
" Ya bukan tidak mungkin, ini kondisi laut yang sangat luas dan alam yang sangat indah dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat setempat. bila didukung dengan infrastruktur dan akses transportasi publik yang memadai maka daerah ini akan terus bertumbuh dan berkembang dari berbagai aspek," tandasnya. (Z-1)
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
PRODUKSI gabah kering giling (GKG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025 hampir menembus angka 1 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan.
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved