Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mendata hingga kini, Selasa (5/12), terdapat 2 warga Riau yang masih belum turun dari Gunung Marapi, Sumatra Barat (Sumbar), pascaerupsi dua hari lalu. Keduanya yakni M Wilky Saputra dan Ilham Nanda Bintang.
"Sampai pagi ini masih 2 orang lagi yang belum turun," kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Riau Rozita, Selasa (5/12).
Ia menjelaskan, data korban anak Riau erupsi Gunung Marapi Sumbar yaitu Muhammad Adan, laki-laki (meninggal) dan telah dibawa pulang keluarga ke Pekanbaru. Kemudian Nazatra Atzin Mufadhal, 22, laki-laki (meninggal) dan telah dibawa pulang keluarga ke pekanbaru.
Baca juga : Sudah 12 Tahun Gunung Marapi Berstatus Waspada, Karakteristiknya Sulit Diprediksi
Sedangkan tiga korban luka yaitu Aditya Sukirno Putra, 21, laki-laki, alamat: Bukit Barisan Jalan Mahoni Indah Pekanbaru. Saat ini masih dirawat di rumah sakit (RS) Dr. Achmad Mochtar untuk perawatan bedah dengan kondisi luka bakar pada kaki sebelah kanan dan bokong serta pergelangan tangan kiri, kondisi korban dalam keadaan sadar.
Kemudian Muhammad Ridho Kurniawan, laki-laki,alamat: Harapan Raya, saat ini masih perawatan Intensif di UGD RSUD Dr. Achmad Mochtar dengan kondisi kaki sebelah kiri tidak bisa digerakkan dan sementara pasang spalk, lutut sebelah kiri luka bakar dan lecet dan terpasang verband, tangan sebelah kanan luka bakar.
Baca juga : Evakuasi Gunung Marapi Terkendala Erupsi
Kemudian Muhammad Arbi Muharman, 22, laki-laki, alamat Jalan Pinang Merah Gang Keluarga, Pekanbaru dan merupakan Mahasiswa UNRI Fakultas Olahraga Semester 7.
Saat ini masih perawatan intensif di UGD RS Dr. Achmad Mochtar dengan kondisi luka bakar di pinggang sebelah kanan, tangan sebelah kanan tidak bisa digerakkan dan pasang spalk, tangan sebelah kiri luka bakar, paha dan kaki sebelah kanan juga terdapat luka bakar, paha sampai kaki luka bakar dan luka gores dan kondisi korban masih syok.
Ia mengungkapkan, upaya yang dilakukan oleh BPBD Riau yaitu menurunkan Tim BPBD Provinsi Riau sebanyak 4 orang untuk berkoordinasi dalam pencarian korban dan memfasilitasi kepulangan korban ke Pekanbaru serta memastikan mereka mendapat pelayanan kesehatan yang memadai, termasuk memfasilitasi keluarga untuk pemulangan korban yang meninggal dunia.
Kemudian mendukung logistik Basarnas yang turun sebagai dukungan dalam pencarian korban serta evakuasi dan mitigasi. Berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Posko Utama (Media Center) Erupsi Gunung Marapi.
"Tim Basarnas Riau telah menurunkan 16 personil untuk mendukung proses pencarian korban," pungkasnya. (Z-4)
Gunung Marapi di Sumatra Barat erupsi, Sabtu (20/9). Gunung itu mengeluarkan kolom abu setinggi 1.000 meter dan berstatus waspada.
Warga yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir lahar, terutama pada musim hujan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif, Kawah Verbeek.
ERUPSI Gunung Marapi kembali menggetarkan kawasan di sekitarnya. Rabu pagi (23/7), sekitar pukul 07.23 WIB.
Selain potensi letusan susulan, PVMBG juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai-sungai berhulu dari puncak Marapi agar waspada terhadap ancaman banjir lahar.
GUNUNG Api Marapi kembali mengalami erupsi malam tadi, Rabu (18/6) pukul 20:09 WIB, masyarakat diminta tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan dalam radius 3 km
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved