Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
EVAKUASI korban erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat dilanjutkan sejak pukul 07.00 WIB tadi pagi, namun terkendala erupsi yang terus terjadi.
Menurut kesaksian warga, lokasi korban yang terperangkap erupsi tersebar dan bahkan ada yang berada di dalam jurang.
Datuak Panghulu Kayo Adrizal, salah seorang tokoh masyarakat Batu Palano mengatakan evakuasi baru dapat dilakukan untuk tiga orang. Sementara itu, korban lainnya akan di jemput pagi ini oleh petugas.
Baca juga : Sudah 12 Tahun Gunung Marapi Berstatus Waspada, Karakteristiknya Sulit Diprediksi
Adrzal mengatakan korban terlihat tersebar di sebuah lapangan di puncak gunung, tradius 3 kilometer, tempat biasa pendaki mendirikan tenda.
"Untuk sekitar cadas belum bisa di jangkau petugas," kata Adrizal.
Selain di lapangan, korban juga terlihat di dalam jurang. Petugas belum berani masuk karena beresiko oleh lontaran batu, dan abu vulkanik.
Baca juga : Pengungsi Erupsi Marapi di Sumbar Kian Bertambah
Gunung Marapi diketahui mengalami erupsi pada Minggu (3/12/) pukul 14.54. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat tinggi kolom abu teramati sekitar 3.000 meter di atas puncak dan 5.891 meter dari permukaan laut.
Pada Senin (4/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa masih ada 28 orang pendaki yang belum berhasil turun dari Gunung Marapi. Sementara 11 korban pendaki ditemukan tewas dan tiga orang selamat.
“Gunung Marapi berada di dua kabupaten, sehingga proses evaluasi dilakukan dari titik dan sisi yang berbeda," kata BNPB.
BNPB menyebut masih ada 12 pendaki lain yang masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Adapun total pendaki yang terdata usai erupsi Marapi mencapai 75 orang dan sebanyak 52 pendaki sudah dievakuasi turun dalam kondisi selamat. (MGN/Z-4)
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadhan.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) menggelar bazar sembako murah serba Rp10.000 untuk meringankan beban warga terdampak bencana di Sumatra Barat.
WAKIL Bupati Agam Muhammad Iqbal menegaskan pentingnya percepatan persiapan lahan agar pembangunan huntara dapat segera direalisasikan.
Banjir bandang kembali melanda kawasan tepian Danau Maninjau. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (25/12) siang di Jorong Pasa Maninjau, , Kabupaten Agam, Aceh.
Presiden RI dijadwalkan akan berkunjung ke Kabupaten Agam pada Kamis (18/12), dengan agenda meninjau langsung pos pengungsian.
PEMERINTAH Kabupaten Agam menerima bantuan kemanusiaan dari Uni Emirat Arab melalui Emirates Red Crescent (ERC) untuk masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved