Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan, karakter Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam, Sumatra Barat sulit diprediksi. Karena itu juga PVMBG menetapkan status level dua waspada di Gunung Marapi sejak 2011 lalu.
"Karakteristik gunung Marapi tersebut sulit di prediksi," kata Kepala PVMBG Hendra Gunawan, Selasa (5/12).
Atas dasar itu, PVMBG menetapkan status level dua waspada di Gunung Marapi sejak 2011 lalu. Masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam jarak 3 kilometer.
Baca juga : Evakuasi Gunung Marapi Terkendala Erupsi
"Terbukti saat terjadi erupsi pada hari Minggu, tidak ada tanda tanda bahwa gunung Marapi tersebut akan erupsi," kata Hendra.
Saat ini pascaerupsi, PVMBG tetap menghimbau masyarakat untuk menjaga aman dan tidak beraktivitas dalam jarak 3 kilometer.
Baca juga : 11 Pendaki Tewas dan 12 Lainnya dalam Pencarian Akibat Erupsi Gunung Marapi
Tingkatan status gunung api ada empat, yakni normal, waspada, siaga dan awas. Status Waspada menunjukkan mulai meningkatnya aktivitas seismik dan mulai muncul kejadian vulkanik.
Pada status ini juga mulai terlihat perubahan visual di sekitar kawah. Mulai terjadi gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal, namun diperkirakan tak terjadi erupsi dalam jangka waktu tertentu.
Gunung Marapi diketahui mengalami erupsi pada Minggu (3/12/) pukul 14.54. PVMBG Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat tinggi kolom abu teramati sekitar 3.000 meter di atas puncak dan 5.891 meter dari permukaan laut.
Pada Senin (4/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa masih ada 28 orang pendaki yang belum berhasil turun dari Gunung Marapi. Sementara 11 korban pendaki ditemukan tewas dan tiga orang selamat.
“Gunung Marapi berada di dua kabupaten, sehingga proses evaluasi dilakukan dari titik dan sisi yang berbeda," kata BNPB.
BNPB menyebut masih ada 12 pendaki lain yang masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Adapun total pendaki yang terdata usai erupsi Marapi mencapai 75 orang dan sebanyak 52 pendaki sudah dievakuasi turun dalam kondisi selamat. (MGN/Z-4)
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam ditargetkan rampung sebelum bulan Ramadhan.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) menggelar bazar sembako murah serba Rp10.000 untuk meringankan beban warga terdampak bencana di Sumatra Barat.
WAKIL Bupati Agam Muhammad Iqbal menegaskan pentingnya percepatan persiapan lahan agar pembangunan huntara dapat segera direalisasikan.
Banjir bandang kembali melanda kawasan tepian Danau Maninjau. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (25/12) siang di Jorong Pasa Maninjau, , Kabupaten Agam, Aceh.
Presiden RI dijadwalkan akan berkunjung ke Kabupaten Agam pada Kamis (18/12), dengan agenda meninjau langsung pos pengungsian.
PEMERINTAH Kabupaten Agam menerima bantuan kemanusiaan dari Uni Emirat Arab melalui Emirates Red Crescent (ERC) untuk masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved