Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI banjir dan longsor di Kota Semarang, Jawa Tengah masih tinggi. Bahkan, Badan Meteologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingat cuaca ekstrem berpotensi besar terjadi akibat dipengaruhi fenomena El Nino. Karenanya, warga diminta waspada.
Cuaca tidak baik-baik saja masih menjadi ancaman serius di berbagai daerah di Jawa Tengah. Cuaca pagi cerah berawan tiba-tiba menjadi mendung dan hujan dengan intensitas ringan-lebat turun hingga malam hari serta bencana hidrometeorologi secara bergelombang datang.
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Ahmad Yani Semarang, Harits Syahid Hakim, mengatakan hujan dengan intensitas ringan-sedang diperkirakan akan terjadi di Kebumen, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Solo, Tegal, Cilacap, Wonogiri, Sragen,Pemalang, Brebes, dan Pekalongan.
Baca juga: Jumlah Penderita TBC di Kudus dan Pati Capai Lebih dari 2 Ribu Orang
Sedangkan hujan lebat, ungkap Harits, berpotensi terjadi di Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Karanganyar, Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Slawi, Magelang, Salatiga, Semarang, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Dampak cuaca dengan intensitas hujan ringan-lebat ini, kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Ahmad Yani Semarang Giyarto, juga berpotensi menyebabkan Kota Semarang terancam banjir.
"Harus hati-hati pada pagi-siang panas dan malamnya berpotensi cuaca ekstrem mengakibatkan angin kencang, banjir dan longsor," kata Giyarto.
Baca juga: Pertamina Beri Sanksi SPBU di Jateng-DIY tidak Patuhi Aturan Penyaluran BBM Bersubsidi
Kondisi cuaca seperti ini, lanjut Giyarto, yakni musim hujan telah dimulai sejak akhir November lalu sedikit banyak dipengaruhi fenomena El Nino yang terjadi saat musim panas kemarin, sehingga hujan tidak turun setiap hari sehingga potensi cuaca ekstrem justru lebih besar.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, secara terpisah, mengatakan masih seringnya terjadi bencana banjir di Semarang terutama di kawasan Kaligawe dan Genuk menjadi perhatian serius, sehingga Pemerintah Kota Semarang mengajukan permohonan penambahan kapasitas pompa di Rumah Pompa Sungai Tenggang dan Sringin.
"Kemarin, kami telah mengajukan kepada Pak Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk penambahan pompa air sebagai upaya penanggulangan banjir di dua kawasan ini," ujar Hevearita.
Selain itu, sebagai langkah preventif, lanjut Hevearita, koordinatif, monitoring dan evaluasi serta pelaksanaan di lapangan, dilakukan bersama pihak terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum (DPU), BPBD, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan Kementerian PUPR. (Z-1)
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor.
Sebanyak 35 rumah rusak berat serta tertimbun akibat tanah longsor yang terjadi pada November 2025.
BENCANA longsor yang melanda Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada 25 November sekitar pukul 11.00 WIB menyisakan duka mendala.
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Kombinasi suhu dan kelembapan tersebut menyebabkan suhu yang dirasakan masyarakat bisa lebih tinggi dari angka sebenarnya.
BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca NTT 22-24 Maret 2026. Sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimum 978 hPa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved