Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN dengan intensitas ringan hingga sedang masih akan mewarnai puluhan daerah di Jawa Tengah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali memperingatkan ancaman bencana hidrometeorologi dan pergerakan gelombang tinggi di perairan provinsi ini.
Pemantauan Media Indonesia Senin (13/11) ancaman bencana hidrometeorologi seperti angin puting beliung, banjir, dan longsor semakin meningkat di beberapa daerah di Jawa Tengah. Hal ini karena hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terus mengguyur puluhan daerah terutama terjadi pada malam hari.
Selain itu ancaman gelombang tinggi juga mulai terjadi di perairan Jawa Tengah, sehingga warga yang hidup di daerah pesisir utara (Pantura) maupun selatan (Pansela) diminta untuk mewaspadai kondisi ini. "Gelombang di perairan selatan berkisar 2,5-4 meter, sedangkan di perairan utara 0,5-1,25 meter," ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Ahmad Yani Semarang MS Fuad, Senin (13/11).
Baca juga: Gempa Tektonik Magnitudo 5,4 di Kupang, NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Berdasarkan pengamatan Citra Satelit Cuaca pukul 05.20 WIB, lanjut Fuad, pada pagi hingga siang pada umumnya cerah berawan, namun mendekati sore mulai berawan banyak dan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat akan mengguyur di 29 daerah di Jawa Tengah pada malam hari.
Hujan dengan intensitas ringan, ungkap Fuad, berpotensi terjadi di Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Jepara, Demak, Kajen, Slawi, Solo, Semarang, Pekalongan, Bumiayu, dan Majenang.
Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Perburukan Kondisi Iklim Dunia
Hujan dengan intensitas sedang, jelas Fuad, terjadi di Mungkid, Sragen,Purwodadi, Ungaran, Kendal, Magelang, Salatiga dan Ambarawa, sedangkan hujan lebat berpotensi di Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Blora, dan Temanggung.
Sementara itu beberapa nelayan di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang dan Demak mengaku hingga saat ini kondisi perairan di laut utara masih tetap tenang, namun pergolakan gelombang meningkat terjadi di bagian tengah sehingga mereka harus tetap waspada.
"Pada pagi hingga siang masih tenang, tapi mendekat malam gelombang baik cukup terasa hingga beberapa nelayan dengan perahu kecil memilih pulang," kata Wahidin,45, nelayan di Wedung, Kabupaten Demak.
Hal serupa juga diungkapkan Warso,40, nelayan di Pelabuhan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, selain gelombang mulai naik pada sore hingga malam hari, sebagian nelayan juga memilih balik ke dermaga karena hujan disertai angin kencang menyulitkan nelayan untuk menebarkan jaring. (Z-3)
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hujan ringan hingga sedang mengguyur Jakarta sejak pagi akibat aktivitas tiga bibit siklon tropis yang memicu pembentukan awan hujan.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG rilis peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Indonesia 19-22 Maret 2026. Cek daftar wilayah dan imbauan keselamatan pelayarannya.
Tujuh kru KM Ganda Nusantara 17 berhasil dievakuasi dengan bantuan KM Sabuk Nusantara 115 yang melintas di perairan tersebut setelah mengalami insiden di Maluku Utara.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot
BMKG menetapkan status zona merah untuk sejumlah wilayah perairan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (5/3).
BBMKG Denpasar rilis peringatan dini gelombang 5 meter dan angin kencang 40 knot di Bali akibat bibit siklon 90S. Cek wilayah terdampak di sini.
BMKG pantau 3 bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang picu cuaca ekstrem di Indonesia. Waspada hujan lebat, angin kencang, dan gelombang hingga 4 meter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved