Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
BERAS palsu atau beras berbahan dasar plastik diduga kuat beredar luas di beberapa toko sembako di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu diketahui dalam beberapa video yang saat ini tersebar luas di media sosial.
Bruno Wolo (32) dan istrinya Regina Iralolon (26) warga Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Lembata, bersaksi beras merek super yang mereka beli dari salah satu ruko dengan harga Rp. 14.000/kg tersebut diduga kuat bukan beras asli. Hal itu diketahuinya setelah beras itu dimasak menjadi nasi.
Regina mengatakan, saat hendak menyuapi anaknya untuk makan pagi, beras yang sudah dimasak tersebut malah berubah bentuk menjadi gumpalan-gumpalan putih. Bahkan, gumpalan nasi tersebut dilempar ke lantai bergelinding seperti bola.
Baca juga: Harga Cabai Rawit di Flotim Meroket
"Saya kaget saat melihat berasnya berubah bentuk menjadi gumpalan-gumpalan. Saat saya coba sendok ambil dan buang ke lantai malah melenting seperti bola," ujarnya, Sabtu Jumat (11/11/2023).
Melihat hal itu ia bersama suaminya, Bruno Wolo langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepala desa Setempat.
Baca juga: 75% Tempat Pembuangan Sampah di Kupang Ludes Terbakar
Kepala Desa Bour, Conradus T.L Sura mengatakan, setelah menerima laporan warga pihaknya langsung melakukan pengecekan di ruko tempat penjualan beras yang dibeli warganya.
Ia mengaku pengecekan itu juga melibatkan beberapa kepala desa tetangga, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan anggota unit Intel Kodim 1624/Flotim.
Hasil pengecekan itu, kata kades, pemilik ruko mengaku membeli beras tersebut dari perahu Makasar yang sering bongkar muat barang di pelabuhan laut Lewoleba.
"Pemilik ruko ini mengaku mereka beli beras dari penjual beras keliling yang biasanya menggunakan mobil pickup. Beras itu diambil dari kapal-kapal Makassar yang sering bongkar muat di pelabuhan Lewoleba," tuturnya.
Saat ini sampel beras yang diduga berbahan dasar plastik itu diambil dan diserahkan ke Disperindag Kabupaten Lembata untuk dikirim ke BPOM Bandung.
"Sampel berasnya nanti akan diuji di BPOM Bandung, jadi kita tunggu saja hasilnya," tutupnya.
(Z-9)
PEMERINTAH Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) meminta masyarakat mewaspadai beredarnya beras plastik di pasaran, lantaran sampai hari ini harga beras masih tinggi.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Majelis Taklim Darratun Nasihin menggelar kegiatan santunan bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk bazar sembako murah yang berlangsung di Jalan Pisangan Baru, tepatnya di belakang SDN 11 Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, pada Selasa (17/3).
INSTITUSI Disabilitas Indonesia (Indisi) menggandeng PT Telkom Indonesia dan Junior Chamber International Batavia menyalurkan bantuan sosial.
DAIKIN kembali menggelar salah satu agenda inisiatif tahunan perusahaan “Roda-Roda Ramadan" dengan menyalurkan 1000 paket sembako (sembilan bahan pokok).
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved