Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama sejumlah deputi dari Kementerian Kesehatan, Pertanian dan BNPP Pusat didampingi Pj. Gubernur Papua Pegunungan, Nicolaus Kondomo melakukan
kunjungan kerja di Dekai, Ibukota kabupaten Yahukimo, Jumat (10/11)
Tiba di Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo, sekitar pukul 10.30 WIT, rombongan disambut Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli didampingi Wakil Bupati, Esau Miran serta jajaran Muspida. Mereka langsung melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi dan menggelar rapat bersama Muspida setempat.
Rapat singkat itu membahas kondisi pasca longsor di distrik Anggruk dan Panggema serta keadaan distrik Amuma yang sempat viral dengan pemberitaan hoax mengenai kelaparan berujung meninggalnya puluhan orang.
Menko PMK, Muhadjir Efendi dalam kesempatan itu juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa bahan pangan dan uang tunai kepada Pemkab Yahukimo.
Kepada wartawan, Menko PMK, Muhadjir Efendi menjelaskan mengenai laporan adanya bencana kelaparan adalah tidak sesuai dan tidak seperti yang diberitakan.
"Artinya sekarang sudah diatasi oleh pemerintah daerah dan Pusat. Karena dari Kementerian Sosial juga sudah terjun langsung dan saat ini kami bersama tim BNPB. Mereka yang akan menangani soal rehabilitasi dan rekonstruksi masalah bencana longsor dan seterusnya. Nanti di bawah koordinasi BNPB," ujarnya.
Menko PMK, Muhadjir Efendi juga menyambut baik dan siap membantu mewujudan program pemkab yakni menjadikan Yahukimo sebagai lumbung pangan di wilayah Provinsi Papua Pegunungan. Apalagi, topografi Yahukimo yang relatiF sangat mendukung.
"Dan perlu Gudang pangan di Yahukimo, sehingga nanti kalau ada kejadian, kita bisa menyetok bahan pangan," kata Muhajir.
Tak hanya pangan, Menko PMK, Muhadjir Efendi dalam kesempatan itu juga menyatakan siap membantu soal infrastruktur. Di antaranya menaikan status kelas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang saat ini masih bertipe D.
"Saya rasa kalau dari fasilitas fisiknya RSUD sudah cukup, yang kurang mungkin tenaga medis dan juga peralatan kesehatan yang diperlukan. Karena di sini pasien yang harus cuci darah saja mesti rujuk ke Jayapura. Itu terlalu jauh. Mestinya di sini sudah harus ada juga CT Scan, Hemodialisa dan juga tenaga spesialisnya. Sekarang masih terbatas baru ada empat orang. Nanti akan saya bicarakan dengan Pemerintah Pusat dan Kementerian Teknis termasuk pengadaan diesel untuk RSUD," pungkasnya.
baca juga: Petugas Kesehatan di Distrik Amuma tidak Temukan Warga Sakit karena Kelaparan
Di tempat yang sama, Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli sangat mengapresiasi kehadiran Menko PMK, Muhadjir Efendi dan rombongan yang melihat langsung kondisi di daerahnya.
"Tentu dengan kehadiran pak Menko, Yahukimo akan mendapat perhatian lebih baik dari Pemerintah Pusat. Saya sudah jelaskan semua Yahukimo secara keseluruhan dalam angka, dan juga dalam bencana. Dan pak Menteri sudah mengerti sehingga akan kembali melapor kepada Presiden bahwa Yahukimo baik-baik saja," papar Didimus.
Tak lupa Didimus yang juga politisi NasDem Kabupaten Yahukimo itu memberi apresiasi kehadiran para Deputi dari BNPB, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian.
Menurutnya, ini akan menolong mewujudkan Yahukimo sebagai lumbung pangan dan juga tindaklanjut dari tanggap darurat bencana yang sudah turun pada rekonsiliasi. Sehingga, bisa ditangani bersama-sama.
Soal kondisi terakhir pasca bencana longsor di distrik Anggruk dan Panggema, Didimus Yahuli sudah menjelaskan juga pada Menteri PMK
bahwa tanggap darurat sudah selesai.
"Dan pasca bencana tetap jadi perhatian bersama pemerintah Pusat dan daerah. Seperti hari ini kami juga sudah terima dana dan bahan pangan untuk Anggruk dan Panggema. Saya sudah jelaskan pada pak Menteri PMK bahwa longsor di distrik Anggruk dan Panggema dampaknya tidak sama. Pak Menteri sudah mengerti," ujarnya.
"Sedangkan untuk Amuma kita sudah tutup dan tidak ada apa pun yang digemborkan dalam berita soal kelaparan dan kematian. Itu adalah tidak benar. Sehingga para penyebar berita bohong itu harus bertanggungjawab karena menipu banyak orang. Kita disini kerja konkrit, benar dan apa adanya," pungkas Didimus Yahuli. (N-1)
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka batal berkunjung ke Dekai ibukota Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Pangdam XVII/Cendrawasih mengatakan akan dijadwalkan kembali
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka batal berkunjung ke Yahukimo, Papua, Papua Pegunungan yang dijadwalkan Rabu (14/1) disebabkan alasan keamanan sehingga wapres pergi ke Biak Numfor
WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka batal berkunjung ke Yahukimo, Papua, Papua Pegunungan. Kunjungan itu dijadwalkan Rabu (14/1) atas alasan keamanan
PEMBATALAN kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Yahukimo mengungkap kembali potret kelam keamanan di Bandar Udara Nop Goliat Dekai atau Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, yang sedianya bertolak menuju Kabupaten Yahukimo menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU, terpaksa membatalkan rencana tersebut.
WAKIL Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka terpaksa membatalkan agenda kunjungan kerjanya ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu (14/1/2026).
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved