Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Bowono X menegaskan, narkoba itu musuh bersama. Pemberantasan narkoba tidak hanya dibebankan ke kepolisian, tetapi juga perlu peran masyarakat dalam melaporkan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan mereka.
"Harapan saya justru ada peran Jaga Warga, yang bisa menjadi filter baik untuk (mencegah peredaran) narkoba, gerakan separatis, soal masalah kekerasan yang terjadi, dan sebagainya," kata Sri Sultan, Jumat (3/11).
Polri berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba berkedok penjualan keripik pisang dan happy water di Magelang dan Bantul. Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari operasi siber di media sosial yang dilaksanakan Bareskrim Polri.
Baca juga : Jaksa Ajukan Banding Vonis 17 Tahun Terdakwa AKBP Dody Prawiranegara
Kecurigaan mencuat ketika menemukan akun di media sosial yang menjual keripik pisang dengan harga sangat mahal.
"Kita curiga dan dilakukan tracing, pemantauan terkait penjualan (keripik pisang) tersebut," papar dia dalam jumpa pers di Baturetno, Banguntapan, Bantul, Jumat (3/11).
Direktorat narkoba Bareskrim Polri pun melakukan penelelusuran dan penyelidikan sekitar satu bulan dan mengikuti dinamikanya. Hasilnya, polisi berhasi mengungkap penjualan narkoba dalam bentuk keripik pisang dan happy water
Baca juga : Teddy Minahasa Sebut Kejanggalan Proses Hukum Bertujuan Binasakan Dirinya
Pada Kamis (2/11), polisi menangkap pelaku pengiriman barang di Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Di Depok, Polisi menangkap 3 orang, yaitu pemilik akun, pemilik rekening, dan penjual barang.
Dari penangkapan itu, polisi mengembangkan kasus dengan mendatangi 3 lokasi, yaitu satu tempat di Kaliangkrik, Magelang dan dua tempat di Potorono dan Banguntapan, Bantul.
Di Kaliangkrik, dua orang pelaku yang berperan sebagai produsen keripik pisang diamankan. Di Potorono, dia orang yang berperan memproduksi happy water dan kripik pisang diamankan.
Baca juga : Bacakan Pleidoi, Teddy Minahasa Pamerkan Rentetan Penghargaannya
"Satu orang kita tangkap di Banguntapan ini. Total, sebanyak 8 pelaku diamankan," imbuhnya. Mereka menjalankan usaha rumahan pembuatan narkoba sekitar sebulan.
Polisi mengamankan 426 bungkus kripik pisang berbagai ukuran dan 2.022 botol happy water.
"Kami juga mengamankan 10 kilogram bahan baku narkobanya," ucapnya. Harga narkoba yang diproduksi keripik pisang ukuran 50 gram, 75 gram, 100 gram, 200 gram, dan 500 gram Rp 1,5 juta-Rp 6 juta per bungkus.
Baca juga : Ajukan Pledoi di PN Jakarta Barat, Teddy Minahasa: Sejumlah Fakta Janggal
Peran kedelapan orang tersebut adalah MAP menjadi pengelola akun media sosial, D pemegang rekening, AS pengambil hasil produksi dan penjaga gudang pemasaran, BS pengolah, EH pengolah dan distributor, MRE pengolah, AR pengolah, dan R pengolah pengolah.
"Kami masih kita cari DPO lainnya," terang dia.
Para pelaku diduga melanggar pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU Nomor 34 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati serta denda minimal Rp800 ribu dan maksimal Rp 10 milyar.
Baca juga : Ajak Warga Tidak Golput, Sri Sultan : Pemilu Bagian dari Aktivitas Budaya
Sementara itu, pemilik kontrakan yang ditempati salah satu pelaku peredaran Narkoba di Banguntapan, Bantul, mengaku terkejut dengan penangkapan tersebut. Pelaku tidak menunjukkan hal-hal mencurigakan.
Ia tidak pernah menerima tamu. Saat datang, ia membawa dua kardus besar.
"Selama ini, pelaku jarang berinteraksi. Dia cuma keluar untuk makan di warung," kata dia.
Pelaku mengaku memiliki anak 4 dan dia datang ke Jogja untuk mencari nafkah. Dari KTP yang diserahkan saat awal mengontrak, pelaku berusia sekitar 41 tahun dan tinggal di Jakarta. (Z-5)
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menggelar pertemuan bersama para pemenang Wonderful Indonesia Awards 2025 di Gedhong Wilis
Dalam skema kolaborasi ini, Pemda DIY menanggung biaya hidup selama enam bulan, kemudian diperkuat oleh dukungan BAZNAS DIY serta dua yayasan mitra yaitu YPM & YPACC.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan perlunya transformasi Pramuka dengan tiga orientasi.
Kapolda DIY Irjen Anggoro Sukartono, melepas ribuan peserta TNI Run 2025 yang digelar di kawasan Jalan Malioboro, DI Yogyakarta, Minggu (19/10).
KASUS keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta, kata Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, perlu dievaluasi secara menyeluruh.
SPPG, kata Sri Sultan, bisa mencontoh pengalaman dapur umum kala terjadi bencana di Yogyakarta, seperti Gempa 2006 maupun erupsi Gunung Merapi.
Hingga saat ini baru sekitar 40% wajib pajak di DIY yang telah mengaktivasi akun Coretax.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
Kemendagri menyebut DIY berhasil menjaga keseimbangan sosial melalui pendekatan kultural.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak boleh membatasi masyarakat dalam menggunakan media sosial karena itu dijamin oleh konstitusi.
Ketiga kepada daerah itu adalah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved