Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut, pentingnya memperhatikan cara memasak, waktu memasak, hingga kapasitas produksi penyedia katering yang menyediakan makan bergizi gratis (MBG).
Sri Sultan mengingatkan, sayur yang dimasak dini hari dan baru dikonsumsi saat jam sekolah berisiko basi.
"Masaknya jam setengah dua pagi, dimakan jam delapan atau jam sepuluh saja sudah mesti wayu (basi). Udah. Itu airnya, di sendok begini sudah mulur itu. Udah itu pasti (basi). Ya, kan? Saya itu di rumah juga sering masak, jadi tahu," terang Sri Sultan saat menghadiri acara Launching Gerakan Pangan Murah pada Jumat (26/9) di Kantor DPKP DIY, Yogyakarta.
SPPG, kata Sri Sultan, bisa mencontoh pengalaman dapur umum kala terjadi bencana di Yogyakarta, seperti Gempa 2006 maupun erupsi Gunung Merapi. Menurutnya, pengaturan waktu memasak menjadi kunci agar makanan tidak cepat basi. Dari situ tidak ditemukan adanya kasus keracunan makanan karena sistem pengelolaan dan menejemen yang baik.
“Setengah dua jangan masak sayur, tapi sudah pagi baru masak sayur, toh juga dimakan jam 10. Yang lain kira-kira digoreng dan sebagainya, itu didahulukan, sayurnya di belakang, jangan yang di muka. Jangan setengah dua, karena pasti wayu (Basi),” pesan Sri Sultan.
Sri Sultan juga mengatakan, daging juga perlu dimasak dengan cara yang tepat agar tidak membahayakan kesehatan. Daging dimasak hingga benar-benar matang agar tidak akan menimbulkan masalah.
Namun, bila hanya dimasak setengah matang lalu baru dipanaskan kembali keesokan paginya, daging yang awalnya masih berwarna merah bisa berubah kebiruan dan berisiko menyebabkan keracunan.
“Itu (daging) kalau pasti dimakan, dia pasti keracunan. Itu yang perlu diperhatikan. Jadi korban tidak akan berkurang selama pola masaknya tidak berubah,” ungkap Sri Sultan.
Sri Sultan menyebut, perlu adanya pengawasan yang ketat, serta perbaikan pola menejemen pengolahan pangan. Selain sudah pasti, kebersihan, pemilihan bahan, serta berbagai faktor pendukung lainnya yang juga perlu diperketat.
“Makanan bergizi dan sehat bagi anak-anak kita betul-betul dipertimbangkan masaknya, waktunya, dan tenaganya,” terang Sri Sultan.
Sri Sultan menekankan pentingnya menyesuaikan kapasitas penyedia makanan dengan kemampuan sebenarnya. Ia mencontohkan, jika sebuah katering hanya mampu menyiapkan 50 porsi per hari, maka tidak mungkin dipaksa untuk menyediakan hingga 100 porsi.
Hal itu, menurutnya, justru berisiko menurunkan kualitas makanan.
“Dilihat kapasitas berapa dia setiap hari membuat paket, ya. Kalau paketnya itu hanya 50 porsi, disuruh 100 porsi. Enggak bisa itu,” tegas Sultan.
Sri Sultan juga meminta bupati dan wali kota untuk memperketat pengawasan terhadap pihak yang ditunjuk dalam penyediaan makanan MBG, baik melalui katering, sekolah, maupun pihak lain. Pengelolaan MBG melibatkan lebih banyak unsur sehingga diperlukan kehati-hatian agar penyediaan makanan tetap terjamin kualitas dan keamanannya. (AT/P-1)
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan anggaran bahan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp8–10 ribu per porsi. Sisa anggaran dialokasikan untuk operasional dan fasilitas SPPG.
BGN menegaskan anggaran Makan Bergizi Gratis atau MBG sebesar Rp10.000 bukan Rp15.000 per porsi, ujar Nanik S Deyang
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti memastikan bahwa Anggaran Pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan.
Presiden Prabowo menyatakan dana MBG bersumber dari hasil efisiensi dan penghematan terhadap praktik belanja negara yang selama ini tidak produktif dan rawan
Anggaran Rp20 triliun yang disiapkan Danantara kepada MBG akan digunakan untuk membiayai para peternak ayam pedaging dan petelur
Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Kepala BGN, Dadan Hindayana, yang mengembalikan Rp70 triliun anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) karena tidak terserap.
ANGGARAN program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Rancangan Undang-Undangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 yang mencapai Rp335 triliun sudah direvisi Sri Mulyani
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved