Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), melalui Program penumbuhan petani milenial yang dikenal dengan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS] terus mewujudkan regenerasi petani serta melahirkan wirausaha milenial di sektor pertanian.
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan dua kunci utama dalam pelaksanaan Program YESS Kementan.
"Pertama Program YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian. Kedua, sasaran dari Program YESS yakni pemuda/i harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir," kata Dedi dalam keterangan pers, Sabtu (14/10).
Baca juga: Regenerasi Petani Tentukan Kelangsungan Sektor Pertanian
Oleh karena itu, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri [SMK PPN] Banjarbaru selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam Program YESS mengadakan District Multi Stakeholder Forum (DMSF) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan [HSS] untuk kali pertama, setelah penunjukan Kabupaten HSS sebagai wilayah intervensi baru dalam Program YESS.
Bertempat di gedung Pramuka, pertemuan yang berlangsung baru-baru ini dihadiri PJ Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Bappedalitbangda, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM, dan 11 SKPD lainnya. Turut hadir juga perwakilan Bank Kalsel, KADIN, HIPMI, IWAPI, KTNA, P4S, dan Petani Milenial.
Dalam sambutannya, Penjabat (Pj) Bupati Hulu Sungai Selatan, Hermansyah menyampaikan dukungannya pada Program YESS.
"Kami menyambut baik kegiatan ini dan siap menerima serta mensupport penuh, apalagi kegiatan ini terkait dengan generasi muda," ujarnya.
Lebih lanjut Hermansyah menjelaskan, jika lahan pertanian di HSS tergolong luas dan menghasilkan. Bahkan komoditas terong dan labu sudah masuk ke IKN.
Baca juga: Regenerasi Petani, Kementan Bangkitkan Minat dan Perkuat Kompetensi Gen-Z
"Jika pertanian diedukasi dengan lebih baik lagi, maka masyarakat akan terus menghasilkan." tambahnya.
Hadir secara Daring, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, Idha Widi Arsanti mengajak semua pihak-pihak terkait untuk mendukung kegiatan ini secara penuh.
"Program YESS ini merupakan Program lintas sektoral. Kita harus mampu mengidentifikasi apa yang dibutuhkan oleh pemuda sampai terbentuk suatu ekosistem pertanian yang kuat," kata Santi.
Dalam kesempatan yang sama, penanggung jawab Program YESS di Kalsel, Budi Santoso menyampaikan jika tujuan dari kegiatan tersebut selain memperkenalkan Program YESS kepada para pemangku kebijakan daerah, juga sebagai langkah awal untuk melakukan koordinasi agar kegiatan dapat berjalan dengan jelas dan terarah.
"Jadi harapannya, kita memiliki persepsi yang sama agar kegiatan dapat berjalan dan dipahami banyak pihak," ujar Budi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kabupaten HSS, Arliyan Syahrial menekankan perlunya sinergitas antar SKPD dalam mendukung kegiatan YESS ini, khususnya antara pertanian dengan sektor pariwisata.
Baca juga: Kendati El Nino Melanda, Agripreneur Muda Masih Tetap Berjaya
"Semakin banyak orang yang berwisata ke HSS, harapannya makin dilirik juga hasil produksi pertanian," katanya.
Lebih lanjut, sektor pertanian di Kabupaten HSS menyumbang 20,73 persen PDRB, namun hanya bertumpu pada tanaman pangan. Untuk itu perlu mencari alternatif lain seperti hotrikultura atau peternakan. Program YESS ini diharapkan memiliki kontibusi yang besar.
Hadirnya Program YESS di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tak terlepas dari persetujuan IFAD pada tanggal 16 Agustus 2023 lalu.
Dengan adanya Program YESS ini, diharapkan akan banyak melahirkan generasi muda yang terjun di bidang pertanian, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup. Untuk itu, dibutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar tujuan tersebut dapat dicapai maksimal. (RO/S-4)
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
SEORANG petani milenial sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu mengolah kopi arabika hingga menyebar ke penjuru Tanah Air, bahkan ke mancanegara seperti Jepang.
Sebagai seorang milenial, Brili Agung Zaky Pradika, 35, tidak jengah disebut sebagai petani. Pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah itu membuktikan usahanya yang moncer di sektor pertanian.
PETANI milenial Rustan Abu Bakar selama ini mengolah ubi jalar menjadi keripik. Seiring berjalannya waktu, Rustan merasa harus ada perkembangan terhadap usahanya.
Petani milenial dicari! Daftar sekarang & raih sukses di bidang pertanian modern. Panduan lengkap cara daftar, syarat, & peluangnya di sini!
Kementan menerima kunjungan delegasi forum kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC) untuk berdialog mengenai pelaksanaan program pemberdayaan generasi muda di pertanian
PROGRAM Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan). Petani muda
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved