Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 1.662 hektere (ha) area persawahan yang tersebar di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mulai kekeringan sejak satu bulan terakhir. Area persawahan itu tersebar di delapan kecamatan yang mulai mengalami kekeringan sejak satu bulan terakhir.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial, di Bengkulu, mengatakan area persawahan itu mulai kekeringan akibat kurangnya curah hujan. "Laporan yang diterima dari tim di lapangan bahwa sawah yang mengalami kekeringan ini jumlah sangat banyak ada 1.662 hektare dan akan terus bertambah," katanya.
Baca juga: 4 Kecamatan di Wonosobo Kekeringan
Dari data yang dihimpun lanjut dia, delapan kecamatan tersebut ialah Sukaraja seluas 186 ha, Talo 155 ha, Ilir Talo 318 ha, Seluma Timur 30 ha, Seluma 29 ha, Talo Kecil 305 ha, dan Semidang Alas Maras 424 ha.
Saat ini, upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma meminta petani jika membutuhkan mesin pompa air untuk melakukan penyiraman sawah. Pemkab telah menyiapkan beberapa mesin pompa air untuk dipinjampakaikan jika akan melakukan penyiraman sawah. "Ini statusnya dipinjamkan bukan diberi secara gratis," imbuhnya.
Baca juga: Atasi Kemacetan Pemkab Bandung Bangun Jembatan Khusus Kendaraan Roda Dua
Untuk itu, kata dia, telah mengingat petani untuk beberapa bulan ke depan cuaca belum dapat dipastikan akan turun hujan atau tidak. (Z-2)
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
BEBERAPA desa di kawasan lereng Gunung Merapi, di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini mengalami kekeringan
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (31/7) hujan masih turun di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, namun dengan intensitas yang menurun.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved