Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) tengah menangani proyek pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 40 kilometer. Saat ini, HKI masih berupaya untuk menyelesaikan 9 kilometer main road beserta rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP).
Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang yang sudah selesai dibangun oleh HKI adalah sepanjang 31 km dan telah dioperasikan sejak 2022. Tol Pekanbaru-Bangkinang menjadi sarana penghubung antar dua wilayah yakni Kota Pekanbaru dan Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau.
Direktur Utama HKI Aji Prasetyanti mengatakan rest area yang dikerjakan oleh HKI pada Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang berada di STA 36+000 sisi A dan sisi B. Adapun untuk pengerjaan rest area sampai dengan saat ini sudah memasuki tahap finishing untuk menyempurnakan pembangunan dan juga rencana pekerjaan marka jalan.
Baca juga: Hampir Tiga Bulan Berkobar, Semburan Api di Rest Area Tol Cipali Padam
Mulai dikerjakan sejak Januari tahun ini, rest area Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang memiliki desain yang mengadaptasi nuansa Adat Riau dengan menggunakan Atap Lipat Pandan dan ornamen Atap Selembayung. Corak budaya ditonjolkan dalam rest area Pekanbaru-Bangkinang sebagai bentuk pelestarian serta memperkenalkan budaya daerah Riau kepada pengguna jalan tol yang melintas.
"Rest area Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang direncanakan dapat menampung sekitar 115 kendaraan, dengan rincian 77 kendaraan kecil, dan 38 kendaraan besar," kata Aji, Senin (2/10).
Ditinjau dari sisi fasilitas, rest area Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang tergolong dalam rest area tipe A, disediakan fasilitas penunjang berupa toilet umum, masjid, pujasera, stand UMKM, minimarket, tempat parkir kendaraan, serta juga tersedia lahan untuk pembangunan SPBU kedepannya.
Menurutnya, rest area Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang dirancang dengan memperhatikan ruang terbuka hijau dan menyediakan wilayah khusus tenant UMKM. Sebagai bagian dari sirip Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), Jalan Tol Pekanbaru Bangkinang termasuk didalamnya rest area diharapkan bukan hanya menjadi tempat transit pengendara, namun juga digunakan sebagai sarana bersosialisasi masyarakat sekaligus sentra ekonomi kreatif.
Ia menambahkan, tantangan dalam pengerjaan rest area Pekanbaru-Bangkinang yaitu terdapat momen-momen khusus seperti libur Lebaran lalu.
"Adanya momen libur Lebaran ini mendatangkan pengguna jalan yang lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa. Oleh karenanya, rest area di STA 36+000 ini pun harus difungsionalkan selama libur lebaran untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna jalan tol. Tim proyek harus mengoptimalkan pekerjaan di lapangan agar rest area bisa difungsionalkan saat libur Lebaran. Selama libur Lebaran ini, tentu proses pengerjaan rest area pun harus ditunda sementara waktu," jelas Aji.
Rest area itu, lanjutnya, akan menjadi sarana penunjang bagi pengguna Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang. Dengan semakin lengkapnya fasilitas dan kemudahan akses melalui Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang, diharapkan bahwa investasi di bidang perikanan, perkebunan, dan tambang di sekitar Riau dapat meningkat.
"Wisata daerah setempat seperti Kawasan Pariwisata Candi Muara Takus dan Objek Wisata Sungai Hijau Kampar juga diharapkan akan mengalami peningkatan kunjungan jika nantinya keseluruhan fasilitas termasuk didalamnya rest area Jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang sudah dapat digunakan secara optimal," ujarnya.
Hingga saat ini, lanjut Aji, HKI masih mengerjakan sejumlah proyek Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) lainnya seperti Jalan Tol Padang-Sicincin, Jalan Tol Binjai-Pangkalan Brandan Zona II dan IV, Jalan Tol Bangkinang-Pangkalan, serta Jalan Tol Lingkar Pekanbaru.
"Untuk proyek non JTTS, HKI kini tengah mengerjakan proyek SMO Construction Services di PHR Riau, Penggantian Jembatan Callender Hamilton (CH) di Pulau Jawa, dan Pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket II," pungkasnya. (Z-6)
PT Jasa Marga menerapkan diskon tarif tol sebesar 30% untuk rute menerus dari Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung
Sebagai tambahan layanan darurat, Pertamina juga menyiagakan layanan motoris yang bertugas membantu pengendara yang mengalami kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.
Selain itu, disediakan 15 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) fungsional di berbagai titik strategis.
“Pembatasan ini akan mulai diberlakukan pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 00.00 WIB, hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
Astra Infra sebagai penyedia layanan infrastruktur publik khususnya jalan tol, siap melayani pemudik yang akan berlebaran di kampung halaman mereka.
PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Tol Kutepat) di Sumatra Utara mempercepat pembangunan jalan tol tersebut.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
Berkaca dari tahun sebelumnya, Disnaker Kota Pekanbaru menyadari masih ada beberapa laporan yang masuk tentang perusahaan yang belum membayar THR tepat waktu.
Menjelang periode mobilitas tinggi pada arus mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) terus memacu pengerjaan pemeliharaan rutin di Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai).
SELURUH Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi di wilayah Kota Pekanbaru akan dilarang beroperasi selama Ramadan 1447/2026 M.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Sejauh ini belum ada perusahaan yang mengajukan keberatan dengan besaran UMK 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved