Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SISWA pelaku pembacokan terhadap gurunya di Madrasah Aliyah Yayasan Islam Suhada (MA Yasua) Demak, MAR,16, terancam hukuman 12 tahun penjara, mengaku dendam karena tidak diperbolehkan mengikuti ujian semesteran.
MAR tersangka pelaku pembacokan terhadap gurunya Ali Fatkhur Rohman hanya dapat pasrah ketika digiring petugas di Polres Demak. MAR yang saat itu mengenakan kaos berwarna hijau hanya menunduk saat menjawab pertanyaan penyidik.
MAR mengakui perbuatannya telah melukai gurunya karena tersulut dendam lantaran tidak diberikan kesempatan mengikuti ujian semesteran. "Tidak boleh ikut ujian saya pulang, ambil sabit dan balik lagi ke sekolah dan membacok korban yang sedang mengawasi ujian semester," ujarnya.
Baca juga : Murid Pelaku Pembacokan Terhadap Guru di Demak Ditangkap
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Demak Ajun Komisaris Winardi mengatakan setelah melakukan penangkapan terhadap tersangka pada Senin (25/9) malam pukul 23.30 WIB, tersangka MAR langsung digelandang ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan.
Selain menangkap tersangka, lanjut Winardi, petugas juga berhasil mendapatkan barang bukti yakni sabit sepanjang 40 centimeter bergagang besi, pakaian baju warna putih dan celana abu-abu serta sepeda motor yang dipergunakan pelaku saat kejadian.
Baca juga : Nilai Pelajaran Jelek, Siswa di Demak Aniaya Guru
"Pelaku kita jerat dengan primer Pasal 355 ayat (1) KUHP, subsider Pasal 354 ayat (1) KUHP sebagai subsider dan Pasal 353 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," kata Winardi dalam keterangan kepada wartawan di Polres Demak Selasa (26/9).
Karena pelaku masih dibawah umur, demikian Winardi, maka kasus ini akan diserahkan dan dikoordinasikan dengan unit PPA Polres Demak. "Saat ditangkap pelaku berada di sebuah rumah kosong," imbuhnya.

Senjata tajam yang dibuang pelaku. (Metro TV/Budi Hutomo)
Berdasarkan pengakuan tersangka MAR, ujar Winardi, pada Senin (23/9) datang ke sekolah untuk mencari tahu apakah bisa mengikuti UTS, namun mendapatkan jawaban negatif dari korban, sehingga pelaku pulang ke rumah untuk mengambil sabit dan disembunyikan di punggung.
Setelah itu pelaku kembali lagi ke sekolah untuk mencari korban. Di kelas XII sekolah itu korban yang sedang duduk mengawasi pelaksanaan ujian semester, didatangi korban dan langsung disabet senjata tajam hingga mengenai leher serta tangan.
"Setelah itu tersangka membuang sabit di TKP dan melarikan diri menggunakan motor," tambahnya. (Z-4)
SEORANG mahasiswi UIN Suska Riau dibacok oleh seorang mahasiswa di kampus, Kamis (26/2). Korban tengah menunggu sidang proposal skripsi di fakultas
Mahasiswi UIN Suska Riau, Faradhila (23), dibacok rekan pria saat hendak seminar proposal. Pelaku terancam 12 tahun penjara berdasarkan KUHP baru.
Tragedi pembacokan terjadi di Jalan Gaharu Raya, Banyumanik, Semarang. Seorang penjaga toko buah nekat membacok 3 temannya di dalam rumah. Simak kronologinya!
Polisi masih melakukan penelusuran terhadap beberapa anggota gerombolan pemotor lainnya yang diduga ikut terlibat dalam penyerangan.
JAKSA fungsional Kejaksaan Negeri Deli Serdang bernama Jhon Wesli Sinaga dan ASN pada Kejaksaan Negeri Deli Serdang bernama Acensio Silvanov Hutabarat dibacok orang tak dikenal (OTK).
TAWURAN antarwarga terjadi di Jalan Tambak, Manggarai, Jakarta Selatan, pada malam tadi. Polisi menyebut tawuran di Manggarai itu dipicu adanya aksi provokatif berupa pelemparan petasan.
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Sharing Happiness, Guruverse.id, dan ACF Eduhub sebagai mitra pelaksana.
Sebagian siswa cenderung terlalu dimanja dan setiap persoalan kecil dilaporkan kepada orang tua, bahkan berujung pada kriminalisasi guru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved