Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mencapai 2,5 meter melanda perairan laut Kalimantan Selatan sejak beberapa waktu terakhir. Sudah dua pekan kapal-kapal pinisi pengangkut barang berhenti berlayar.
"Sudah dua pekan kapal kami tidak berlayar karena gelombang tinggi. Pihak Syahbandar pun menerbitkan maklumat waspada berlayar," tutur Syamsudin, pengusaha pemilik kapal dan jasa angkutan barang di Banjarmasin, Minggu (10/9). Menurutnya angin kencang dan tinggi gelombang yang mencapai 2,5 meter membuat pihaknya tidak berani berlayar.
Kapal-kapal jenis pinisi milik Syamsudin berlayar dengan rute Banjarmasin-Surabaya dan Sulawesi. Kapal berdraft hingga 500 ton ini umumnya mengangkut aneka barang kebutuhan pasar (kelontong), pupuk, dan bawang. "Kapal-kapal berukuran sama atau lebih kecil lainya termasuk LCT juga banyak yang berhenti berlayar," lanjut Syamsudin, sembari menambahkan kondisi cuaca buruk ini memang kerap terjadi.
Baca juga: Atasi Kekeringan, BPBD Klaten Salurkan Bantuan Air 281 Tangki
Sebelumnya BMKG Kalsel telah mengeluarkan peringatan dini tentang ancaman gelombang tinggi hingga 2,5 meter terjadi di perairan selatan Kalimantan dan Kabupaten Kotabaru. Kondisi tingginya gelombang ini dinilai berbahaya bagi aktivitas pelayaran baik kapal-kapal nelayan, kapal tongkang, kapal barang.
Kasubag Umum dan Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Deni Hendra Mulyadi, mengatakan kapal-kapal berukuran besar, seperti ferry penumpang dan tanker, tetep normal di pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Baca juga: Dampak Kabut Asap, Dinas Pendidikan Kalsel Terbitkan Surat Edaran Sekolah Daring
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Nurul Fajar Desira mengatakan mayoritas kebutuhan pokok dan barang di Kalsel sangat tergantung pasokan dari luar provinsi terutama Pulau Jawa. Terganggunya pasokan dapat memicu lonjakan harga di pasaran. (Z-3)
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Berdasarkan data terbaru BMKG, status Siaga ini mencakup wilayah NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Desa Sangiang 1 KK terdampak serta 1 unit rumah rusak berat dengan total kerugian diperkirakan Rp20 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved