Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mencapai 2,5 meter melanda perairan laut Kalimantan Selatan sejak beberapa waktu terakhir. Sudah dua pekan kapal-kapal pinisi pengangkut barang berhenti berlayar.
"Sudah dua pekan kapal kami tidak berlayar karena gelombang tinggi. Pihak Syahbandar pun menerbitkan maklumat waspada berlayar," tutur Syamsudin, pengusaha pemilik kapal dan jasa angkutan barang di Banjarmasin, Minggu (10/9). Menurutnya angin kencang dan tinggi gelombang yang mencapai 2,5 meter membuat pihaknya tidak berani berlayar.
Kapal-kapal jenis pinisi milik Syamsudin berlayar dengan rute Banjarmasin-Surabaya dan Sulawesi. Kapal berdraft hingga 500 ton ini umumnya mengangkut aneka barang kebutuhan pasar (kelontong), pupuk, dan bawang. "Kapal-kapal berukuran sama atau lebih kecil lainya termasuk LCT juga banyak yang berhenti berlayar," lanjut Syamsudin, sembari menambahkan kondisi cuaca buruk ini memang kerap terjadi.
Baca juga: Atasi Kekeringan, BPBD Klaten Salurkan Bantuan Air 281 Tangki
Sebelumnya BMKG Kalsel telah mengeluarkan peringatan dini tentang ancaman gelombang tinggi hingga 2,5 meter terjadi di perairan selatan Kalimantan dan Kabupaten Kotabaru. Kondisi tingginya gelombang ini dinilai berbahaya bagi aktivitas pelayaran baik kapal-kapal nelayan, kapal tongkang, kapal barang.
Kasubag Umum dan Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin, Deni Hendra Mulyadi, mengatakan kapal-kapal berukuran besar, seperti ferry penumpang dan tanker, tetep normal di pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Baca juga: Dampak Kabut Asap, Dinas Pendidikan Kalsel Terbitkan Surat Edaran Sekolah Daring
Plt Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Nurul Fajar Desira mengatakan mayoritas kebutuhan pokok dan barang di Kalsel sangat tergantung pasokan dari luar provinsi terutama Pulau Jawa. Terganggunya pasokan dapat memicu lonjakan harga di pasaran. (Z-3)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Kecepatan angin di wilayah Lampung umumnya berkisar antara 18-55 kilometer per jam, terutama di wilayah pesisir dan perairan seperti perairan Barat Lampung
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved