Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DAERAH Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami deflasi -0,04% (mtm) pada Agustus 2023 atau menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat inflasi 0,28% (mtm). Terjadinya deflasi tersebut menyebabkan inflasi kumulatif sejak Januari hingga Juli dan Agustus menurun dari 1,93% (ytd) menjadi 1,89% (ytd).
Deputi Direktur Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Heru Saptaji mengatakan deflasi tersebut belum cukup mampu menahan kenaikan inflasi tahunan DIY dari 4,00% (yoy) pada posisi Juli menjadi 4,08% (yoy) pada Agustus. Ia mengatakan penurunan inflasi bulanan Agustus, terutama ditopang oleh deflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok transportasi karena peningkatan pasokan komoditas utama serta penurunan tarif angkutan udara.
"Pada kelompok makanan, minuman dan tembakau terjadi deflasi sebesar -0,72% (mtm) yang dimotori oleh penurunan harga bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras," kata Heru, Senin (4/9).
Baca juga: Rantai Sirkular Ekonomi Persampahan Perlu Berdayakan Pemulung di Yogyakarta
Selain itu, Heru melanjutkan, komoditas bawang merah terjadi penurunan harga sebesar -21.74% (mtm), ditopang oleh panen raya di sejumlah wilayah termasuk sentra-sentra bawang merah di Kabupaten Bantul dan Kulon Progo. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga bawang merah pada Agustus 2023 sebesar Rp26.750 per kilogran, turun dari Juli 2023 yang mencapai Rp30.500 per kilogram.
Hal senada terjadi pada komoditas daging ayam dan telur ayam ras. Tercatat pada Agustus, harga daging ayam dan telur ayam ras juga mengalami penurunan signifikan berturut-turur sebesar -3,08% (mtm) dan -6,47% (mtm).
"Peningkatan pasokan tersebut tidak terlepas dari upaya-upaya pemenuhan permintaan dari luar wilayah dilakukan melalui mekanisme Kerjasama Antar Daerah (KAD) oleh yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Kota Yogyakarta dan Pemerintah DIY maupun perdagangan antar daerah yang dilakukan swasta," ujarnya.
Sementara, kata Heru, untuk kelompok transportasi terjadi penurunan sebesar -0,25% (mtm) yang dimotori oleh penyesuaian tarif angkutan udara seiring dengan berlalunya puncak perayaan hari besar keagamaan pada triwulan II 2023. Meski demikian, kenaikan harga komoditas angkutan udara ke depannya masih patut diwaspadai terutama menjelang triwulan IV 2023 seiring dengan momentum Natal, Tahun Baru dan periode libur anak sekolah.
Penurunan lebih lanjut tertahan oleh inflasi pendidikan yang menjadi salah satu faktor pendorong utama inflasi secara bulanan. Sesuai dengan siklus tahunannya, Agustus 2023 merupakan tahun ajaran baru sehingga pada bulan tersebut terjadi peningkatan biaya pendidikan baik dari level SD, SMP maupun SMA.
Baca juga: Terjadi Deflasi 0,02 % pada Agustus 2023
"Di sisi lain, sebagai kota pelajar, sektor pendidikan di Yogyakarta berkembang dengan pesat sehingga menarik minat pelajar untuk datang dan belajar ke DIY. Hal tersebut otomatis mendorong peningkatan tarif kontrak rumah sehingga menjadi salah satu komoditas pendorong inflasi," ujarnya.
Ia mengungkapkan, BI DIY bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memperkirakan inflasi DIY akan terus melandai sehingga dalam realisasi keseluruhan tahun 2023, inflasi akan tetap terjaga pada rentang target inflasi 3,0±1%.
Dalam jangka pendek, lanjutnya, TPID DIY akan terus melanjutkan upaya-upaya peningkatan pasokan dan stabilitas harga baik melalui pelaksanaan kegiatan Operasi Pasar, Pasar Murah, dan Strategi Pengendalian Harga Pangan (SPHP) dan Optimalisasi Kios Segoro Amarto sebagai price reference store untuk menjaga daya beli.
"Kami juga lakukan kerja sama antardaerah intraprovinsi maupun dari luar daerah, optimalisasi lahan, pengembangan pertanian off-season, serta terus melakukan monitoring implementasi kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama dalam mewaspadai risiko El Nino ke depan," ungkapnya. (Z-6)
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp80.000 per kg, sekarang hanya Rp36.000 per kg. Harga telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Nilai tukar rial Iran jatuh ke level terendah sepanjang sejarah, memicu inflasi pangan hingga 70%.
Menjelang Ramadan 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah tidak menunggu waktu mepet untuk mengendalikan inflasi.
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Pasar Murah Artha Graha Peduli (AGP) 2025 masih terus dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat.
Pasokan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun terdapat kenaikan pada harga cabai dan bawang merah.
Periode libur akhir tahun kerap disertai kenaikan permintaan dan potensi gejolak harga kebutuhan pokok, sehingga upaya stabilisasi perlu dilakukan lebih awal.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
Harga cabai, terutama jenis rawit di Pasar Rejosari meningkat dua kali lipat dibanding sebelum Desember, yakni dari tadinya Rp50 ribu, melonjak menjadi Rp80 ribu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved