Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertahanan Prabowo Subianto disebut merupakan sosok calon presiden (capres) pilihan masyarakat Jawa Timur (Jatim). Pengamat politik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Singgih Manggalou menyatakan figur Prabowo belakangan menjelma menjadi sebuah magnet politik bagi masyarakat Jatim dalam menatap Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
“Sosok Pak Prabowo sebagai magnet politik semakin terlihat di Jawa Timur,” kata Singgih, ketika dihubungi, Rabu (16/8).
Ketua Umum Partai Gerindra itu belakangan ini terbilang menonjol dalam tingkat elektabilitas di Jatim. Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan oleh lembaga survei Surabaya Research Syndicate (SRS) periode 2-11 Agustus 2023.
Baca juga: Dikenal Jenderal Hijau, Prabowo Disebut Jadi Capres Pilihan Nahdliyin
Dari survei SRS tersebut, Prabowo terbukti unggul dari kandidat capres partai PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo dan capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan. Dari simulasi tiga nama, Prabowo terbukti mengantongi dukungan sebanyak 43,7 persen, diikuti Ganjar dengan 39,5 persen dan Anies yang hanya meraup dukungan sebesar 12,2 persen.
Tak hanya unggul dari sisi elektabilitas di Jatim, figur Prabowo juga saat ini semakin dikenal oleh masyarakat Jatim. Di beberapa titik di Jatim sudah terpampang billboard bertuliskan Wayahe Prabowo, di antaranya di Madiun.
Baca juga: PKB Minta Golkar dan PAN Manut Piagam Sentul tentang Penentuan Cawapres
Billboard yang berlokasi di sekitaran Jalan Diponegoro, Oro-oro Ombo, Kota Madiun itu sukses membuat geger warga yang ada di sekitar area tersebut. Billboard yang didominasi warna putih itu berhasil mencuri perhatian warga sekitar apalagi di dalam billboard tersebut, Prabowo bersanding dengan Presiden Jokowi.
Maka dari itu, Singgih meyakini masyarakat Jatim sudah sepenuh hati mendukung Prabowo pada Pilpres 2024 mendatang. Tak hanya dari tingkat elektabilitas dan juga billboard yang bertebaran di beberapa titik di Jatim, dukungan relawan juga turut serta mengerek elektabilitas orang nomor satu di Kemenhan tersebut.
Salah satunya datang dari para relawan Khofifah yang sudah mendeklarasikan diri mendukung Prabowo di Pilpres 2024 nanti.
“Dukungan dari para relawan Bu Khofifah terlihat cukup intens membantu kenaikan elektabilitas,” ujar Singgih. (Z-7)
Simak profil lengkap Wali Kota Madiun Dr. Maidi. Rekam jejak karier dari guru geografi, Sekda, hingga memimpin Madiun dua periode dan prestasi besarnya.
ekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto, turut dipanggil dan diperiksa aparat kepolisian pada Senin sore.
Usaha pembuatan telur asin yang diupayakan Yayak juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Petani di wilayah Madiun mengeluhkan anjloknya harga tomat yakni Rp2.000 per kilogram, sementara produksinya di tingkat petani berlimpah
Satu orang dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian akibat banjir disertai tanah longsor di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
APJII Jawa Timur hingga saat ini terus gencar memperluas interkoneksi internet hingga wilayah pelosok. Selain itu, APJII lebih fokus pada pengembangan node mulai Madiun sampai Banyuwangi.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved