Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Lingkungan Gerem Copas Kulon, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, kini mulai sumringah setelah Wali Kota Cilegon Helldy Agustian meresmikan penggunaan sumur bor, Kamis 1(10/8). Bagaimana tidak, biasanya warga setempat harus mengeluarkan biaya cukup mahal untuk mendapatkan air bersih. Kini setelah ada sumur bor, biaya tersebut bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lain.
"Kami warga Gerem Cupas Kulon sudah lama kesulitan mendapatkan air bersih. Biasanya kami harus mengeluarkan uang iuran sebesar Rp70 ribu hingga Rp80 ribu untuk membeli air yang diangkut menggunakan truk tangki," kata Masuni, warga setempat.
Dia berharap dibangunnya fasilitas sumur bor itu dapat mencukupi kebutuhan warga akan air bersih tanpa harus mengeluarkan uang banyak. "Terimakasih kepada Pak Wali Kota dan Pertamina yang telah mengerahkan pembangunan sumur bor ini ke tempat kami," ungkap Masuni.
Baca juga: Penting Bagi Kesehatan, Ketersediaan Air Bersih Perlu Jadi Perhatian Bersama
Lurah Gerem Rahmadi Ramdin mengatakan, sumur bor ini merupakan sarana air bersih untuk masyarakat yang nantinya akan dialirkan kepada sekitar 168 kepala keluarga.
"Lingkungan Cupas Kulom berada di wilayah pegunungan. Dimana sebelumnya, warga setempat sulit untuk mendapatkan air bersih dan stok air yang menipis saat memasuki musim kemarau," ujar Rahmadi Ramdin.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam pembangunan sumur bor, terutama PT Pertamina (Persero) Patra Niaga Fuel Terminal Tanjung Gerem.
Baca juga: Kekeringan di Jawa Tengah Meluas, 4,6 Juta Liter Bantuan Air Bersih Telah Disalurkan
Dia berharap program TJSL ini tidak hanya di Gerem, tapi dapat menyeluruh ke wilayah Kota Cilegon yang kesulitan air. "Saya berharap program ini dapat menyeluruh di beberapa wilayah di Kota Cilegon yang membutuhkan perhatian khusus mengenai kebersihan dan kesehatan terutaman kesulitan air bersih agar adanya azas keadilan di Kota Cilegon," tutur Helldy.
Perwakilan Pertamina Hanito Kusuma menyampaikan bahwa sumur bor tersebut memiliki kedalaman 76 meter. Dia berharap fasilitas air bersih itu bermanfaat bagi warga Gerem Copas Kulon.
"Saya mewakili Pertamina memohon doa dan restunya agar dapat menyalurkan program TJSL kepada masyarakat semoga program ini diberikan kelancaran dan keselamatan dalam operasionalnya," ucap Hanito.
Baca juga: Warga Wonogiri Diingatkan untuk Hemat Air
Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik yang hadir dalam kesempatan itu berpesan agar masyarakat dapat menjaga fasilitas yang telah diberikan.
"Saya atas nama pribadi dan mewakili DPRD Kota Cilegon memohon kepada masyarakat sekitar untuk bisa menjaga fasilitas bisa bermanfaat dalam jangka panjang. " tutur Hasbi. (Adv)
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Pasokan air bersih Aceh Tamiang kembali normal setelah SPAM IKK Rantau beroperasi pascabanjir. Menteri PU memastikan kualitas air aman dan layak konsumsi.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh terus mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh.
Selain menyediakan sumur bor untuk kebutuhan harian, pemerintah juga memasang mesin penjernih air berteknologi RO.
KEPALA Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan penjelasan soal anggaran pembangunan sumur senilai Rp150 juta bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra.
Brigjen Anang Sumpena menegaskan bahwa kehadiran Polri di lokasi bencana tidak hanya bersifat tanggap darurat.
Kelangkaan air di Kupang selama ini memaksa banyak keluarga harus menempuh jarak jauh, membeli air dengan harga tinggi, atau berhemat ekstrem dalam aktivitas sehari-hari.
Ketua YLKI Niti Emiliana mendesak Pemerintah tinjau ulang izin Aqua setelah sidak Dedi Mulyadi mengungkap dugaan sumber air dari sumur bor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved