Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT menggali fondasi rumah, seorang warga Dukuh Ngebung, Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, menemukan fosil gading gajah purba. Fosil itu diduga berusia 800 ribu tahun.
"Ya saya kaget ketika menggali fondasi untuk rumah, mencuat benda berbentuk gading cukup panjang yang sudah membatu, berserat, mirip fosil," ungkap Rudy Hartono, warga Ngebung. Penemuan gading gajah purba mencengangkan dunia arkeologi.
Ia menuturkan kecurigaan bahwa barang temuan yang digali itu ialah fosil, karena dirinya sudah memiliki pemahaman tentang ciri ciri artefak dan benda purba. Pengetahuan tentang benda purba atau prasejarah itu dimiliki hampir semua warga dewasa yang bermukim di kawasan kubah atau dome Sangiran sebagai hasil sosialisasi dari petugas Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Seperti diketahui, situs Sangiran terletak di dua wilayah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah meliputi Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar dengan luas 59,21 kilometer persegi.
Baca juga: MUI Jabar Minta Pemerintah Waspadai Dampak Panji Gumilang Tersangka
"Begitu meyakini benda di bawah fondasi rumah ini sebagai gading yang membatu, saya melapor ke petugas museum Sangiran Klaster Ngebung," tutur petani Ngebung ini. Suwita Nugraha, petugas dari penyelamatan temuan dan monitoring situs terpadu Sangiran, menindaklanjuti pelaporan itu dengan mendatangi lokasi temuan.
Pada Rabu (2/8), Suwita bersama tim arkeolog dibantu warga setempat. Mereka terus mencoba melakukan penggalian mencari bentuk temuan fosil gading gajah purba itu.
Baca juga: Awas Bencana, Karhutla Menelan 82,2 Hektare di Jawa Tengah
Dari telisik fisik, ia membenarkan bahwa temuan mengarah kepada fosil situs gading hewan gajah purba atau Stegodon dan juga bisa Elephas. "Gading panjangnya bisa mencapai 2 meter. Belum ditelaah lebih dalam, tetapi kami berkecenderungan gading Elephas," tukas Suwita.
Sejauh ini, lanjut dia, ada dua jenis gajah yang biasanya ditemukan di wilayah Ngebung, yakni Stegodon dan Elephas. Elephas lebih muda dari Stegodon maupun Mastodon (gajah purba paling tua).
Dari riwayat temuan gading gajah purba yang tersimpan di Museum Purba Sangiran yang dikelola Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, satu dari sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) temuan gading berusia 800 ribu tahun.
"Nanti hasil penelitian lanjutan akan memastikan temuan dari warga Ngebung. Nanti kita umumkan," pungkas Suwita. (Z-2)
FULLBELLY EATS sangat cocok untuk menjadi salah satu option tempat buat buka puasa di bulan Ramadhan ini. Suasana dan makanannya yang enak, membuat momen berbuka puasa menjadi lebih istimewa.
Salah satu pencuri adalah warga Desa Hewokloang, Sikka, Nusa NTT, berinisal FI berusia 33 tahun.
POPULASI gajah sumatra di Provinsi Riau semakin terancam punah. Ancaman kepunahan semakin besar akibat kematian gajah karena perburuan liar terus terjadi setiap tahun.
Situasi di Taman Margasatwa Babile sangat kritis. Sekarang hanya tersisa sekitar 250 ekor gajah.
Populasi gajah sabana Afrika, seperti yang ada di sekitar Amboseli, menurun setidaknya 60% dalam setengah abad terakhir.
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Jurnal Nature, mengungkap temuan fosil manusia purba berusia sekitar 770 ribu tahun di Grotte à Hominidés, sebuah gua di wilayah barat daya Casablanca, Maroko.
Penemuan ini merupakan buah dari penantian panjang. Pada tahun 2009, para ilmuwan menemukan fosil kaki berusia 3,4 juta tahun dengan struktur jari yang dirancang untuk memanjat pohon.
Fosil legendaris Homo erectus atau yang dikenal luas sebagai Java Man kini telah resmi dipamerkan untuk publik di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Indonesia berhasil memulangkan lebih dari 28 ribu koleksi fosil yang sebelumnya dibawa keluar negeri pada masa awal penelitian arkeologi dilakukan.
Meski demikian, struktur pergelangan dan telapak tangannya masih mirip gorila, sehingga genggamannya kuat tetapi belum sepresisi manusia awal seperti Homo habilis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved