Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) menjadi ancaman bencana paling tinggi selama Juni-Juli di Jawa Tengah. Tepatnya 82,2 hektare hutan dan lahan terbakar. Tidak hanya itu, tercatat ratusan kebakaran rumah, tempat usaha, dan lahan yang mengakibatkan kerugian hingga miliar rupiah.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta warga untuk waspada bencana kebakaran ini. Pasalnya musim kemarau masih panjang dan beberapa wilayah rawan kebakaran. "Saya minta warga dan seluruh jajaran waspada kebakaran," ujarnya, Rabu (2/8)
Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Dikki Rulli Perkasa mengatakan dalam kurun waktu dua bulan (Juni-Juli) ini, telah terjadi 233 bencana dan sebagian besar adalah bencana kebakaran.
Baca juga: Luas Karhutla Riau Tembus 2.120,98 Hektare
Berdasarkan catatan BPBD Jawa Tengah, ungkap Dikki, kejadian kebakaran capai 156 kali. Dengan rincian 109 kejadian kebakaran rumah dan pemukiman, 47 kejadian kebakaran hutan dan lahan. "Sekzin itu ada 67 bencana angin puting beliung, tanah longsor, dan lain sebagainya," imbuhnya.
Kejadian bencana tersebut tersebar di beberapa daerah di Jawa Tengah, lanjut Dikki, seperti Kota Semarang 30 kejadian, Kabupaten Klaten 21 kejadian, Kabupaten Grobogan dan Sragen masing-masing 19 kejadian bencana serta 134 sisanya tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Baca juga: Tahura Sultan Adam Terus Terbakar
Khusus bencana kebakaran terbanyak di Kabupaten Grobogan yakni 16 kejadian, di Kota Semarang 13 kejadian, dan Kabupaten Semarang 10 kejadian kebakaran rumah.
"Tercatat 33 rumah rusak berat, 16 rumah rusak sedang dan 25 rumah rusak ringan, sedangkan kebakaran hutan dan lahan 47 kejadian (8,2 hektare) yakni Kabupaten Klaten 17 kebakaran, Sragen 9 kebakaran dan Sukoharjo 4 kebakaran serta sisanya di kabupaten dan kota lainnya," ujar Dikki Rulli Perkasa. (Z-3)
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Pedongkelan Belakang, RT 03/RW 14, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (31/1) dini hari.
KEPULAN asap pekat masih membubung dari area pabrik sandal Swallow PT Garuda Mas Perkasa hingga Kamis (29/1) sore.
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved