Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KASI Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman mengatakan kerugian akibat kebakaran 10 rumah petak di kawasan padat penduduk di Jalan Ampera Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara (Jakut), pada Sabtu (26/7) siang, mencapai Rp485 juta.
"Ada 10 rumah petak dengan luas objek yang terbakar seluas 144 meter persegi," kata Gatot.
Ia menjelaskan, kebakaran ini diduga akibat korsleting listrik yang menimbulkan percikan api dan membakar bangunan tersebut.
Dari keterangan saksi, penghuni rumah sedang di luar rumah dan tiba tiba melihat api di rumah itu membesar. Warga langsung berusaha memadamkan tapi api semakin membesar dan tak terkendali lalu meminta bantuan petugas.
Menurut dia, petugas mendapatkan informasi kebakaran sekitar pukul 11.36 WIB dan petugas langsung menurunkan personel dan unit damkar (pemadam kebakaran) ke lokasi kejadian.
Unit pertama meluncur dan sampai di lokasi pukul 11.43 WIB dan langsung melakukan pemadaman api. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.15 WIB. Total ada 120 personel Gulkarmat dan 24 unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi yang padat permukiman penduduk itu.
Ia mengatakan ada 22 kepala keluarga (KK) dan 69 jiwa yang dapat diselamatkan dari kejadian kebakaran itu. "Kami butuh waktu dua jam lebih untuk melakukan pemadaman karena lokasi ini padat penduduk. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," tandasnya. (Ant/P-2)
Korsleting pada kabel listrik atas (overhead catenary) membuat perjalanan terhambat dan memaksa MRT Jakarta menerapkan pola operasi terbatas.
Tingginya angka kebakaran juga menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak mengabaikan faktor-faktor pemicu yang kerap dianggap sepele.
Tidak hanya mengeluarkan asap saja, menurut pengakuan yang diterima di lapangan juga terdengar adanya ledakan.
Saat melakukan proses pemadaman, kata Wahid, pihaknya juga mengevakuasi dua orang yang terjebak di lantai 3.
Asril menyebutkan, kebakaran terjadi saat pemilik warteg bernama Agus hendak masak di dapur dan melihat adanya percikan api.
Kepolisian terus bergerak menelusuri setiap petunjuk terkait keberadaan tersangka AJ.
Korban yang sedang berdiri di dalam bus awalnya mengira cairan yang mengenai pakaian bagian belakangnya berasal dari pendingin udara (AC).
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Genangan banjir masih terjadi di enam Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Utara hingga Selasa siang, sebagai dampak hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Senin (12/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved