Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHASISWA Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil mendapatkan Silver Medal, pada kegiatan International Walisongo Science Competition 2023 (IWSC) yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang.
Peserta yang ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini berasal dari berbagai universitas di Indonesia, seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri semarang, dan lainnya.
Universitas di luar Indonesia juga turut berpartisipasi, semisal Prince of Songkla University (Thailand), Government College University Lahore (Pakistan), dan lainnya. IWSC tahun 2023 mengusung tema 'Being a Brilliant Scientist on Future Through Science and Technology'.
Baca juga : Pawai Pakaian Tradisional, Mahasiswa Asing di Universitas Syiah Kuala Ramaikan Festival Kuliner
Eunoia team diketuai oleh Fuan Maharani, dengan anggota, Muhamad Rasyid Rida dan Fathul Bashair. Mereka adalah mahasiswa Prodi Teknik Kimia, yang dibimbing oleh Prof Yunardi.
Ketua Eunoia team, Tuan Harani, Minggu (23/7) mengatakan, mereka berhasil mendapatkan Silver Medal dalam bidang Scientific Paper" Environmental Engineering". Mereka membahas mengenai limbah organik, terdiri dari sisa makanan sangat jarang untuk diolah Kembali dan kebanyakan dibuang di tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Baca juga : TPST Piyungan Ditutup Sampai 5 September, Warga Diimbau Kurangi Sampah
Timbunan sampah akan semakin menggunung di tempat pembuangan akhir (TPA), sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, dan menambah produksi metana dari sampah.
Hal ini menimbulkan banyak masalah baru sehingga diperlukan pengolahan limbah yang harus segera ditangani. Inovasi ini berbasis sistem produksi bergerak skala kecil yang diinstal pada sebuah kendaraan yang memiliki mobilitas yang tinggi sehingga unitnya dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya Eunoia team membuat sebuah inovasi dalam pemanfaatan limbah organik.
"Inovasi yang ditawarkan berbasis sistem produksi bergerak skala kecil yang diinstal pada sebuah kendaraan. Inovasi ini dapat mengubah Limbah organik menjadi biocrude atau lebih dikenal sebagai minyak mentah. Dengan pengolahan lebih lanjut biocrude dapat diolah menjadi bahan bakar minyak dalam rentang didih bensin," jelas Fuan.
Minyak tersebut, katanya, dapat dijadikan sebagai bauran bahan bakar fosil. Teknologi ini direncanakan dalam skala kecil dapat bergerak yang bertujuan agar proses dapat dilakukan langsung dari sumber limbah, sehingga proses ini dapat dilakukan di berbagai tempat.
"Penggunaan teknologi dapat direalisasikan dan diharapkan mampu menjadi jawaban untuk menyelesaikan isu sampah, sekaligus mencari sumber energi alternatif yang berkelanjutan guna menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi," tutur Fuan Maharani.
Teknologi ini diyakini juga dapat berdampak positif terhadap pemanfaatan limbah makanan sekaligus pengurangan volume sampah pada tempat pembuangan akhir (TPA) yang pada akhirnya mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. (Z-4)
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Teba Sampah Organik, yang juga dikenal sebagai Teba Modern, merupakan sistem inovatif pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved