Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS Nelayan Pesisir (KNP) Lampung memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang di Desa Sri Katon, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Koordinator Wilayah KNP Lampung Miftahul Lutvi mengatakan, bantuan yang diberikan berupa paket pangan berisi berbagai bahan-bahan pokok.
Lewat bantuan yang diberikan, relawan KNP Lampung berharap bisa memenuhi kebutuhan pangan para korban bencana untuk beberapa waktu ke depan.
Baca juga : Kowarteg Indonesia Gelar Pelatihan Buat Brownies Kukus di Jaktim
Lutvi menjelaskan, saat ini sebagian warga masih kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya imbas bencana yang terjadi pada akhir Juni lalu tersebut.
Hal ini karena sebagian korban belum bisa bekerja seperti sedia kala, sehingga tidak memiliki pemasukan untuk membeli bahan-bahan pangan.
Baca juga : Komunitas Nelayan Pesisir Beri Edukasi Ekosistem Terumbu Karang di Lampung
"Yang misalnya mereka hari ini mencari nafkah dan rezeki di luar, karena terdampak bencana ini mereka hanya berdiam diri mengerus dampak bencana banjir tersebut," jelas Lutvi.
Lutvi dan rombongannya pun berniat untuk memberikan bantuan lanjutan bila kondisi para korban belum membaik dan kembali membutuhkan bantuan pangan.
"Rencana kegiatan kami ke depan, mungkin ada kegiatan lanjutan, atau kami akan kembali ke sini untuk menengok apakah memang warga di sini kondisinya sudah lebih baik," sebut Lutvi.
"Atau nanti kami akan mengadakan kegiatan yang lebih bermanfaat, atau edukasi-edukasi kepada masyarakat untuk menghindari dampak-dampak lanjutan dari bencana," tambahnya.
Salah satu warga, Yoga Dwipa mengucapkan terima kasih kepada relawan KNP Lampung atas bantuan yang telah diberikan. Dia berharap, relawan ini tak bosan untuk membantu warga korban bencana.
"Ini adalah kegiatan yang sangat bermanfaat untuk masyarakat. Ekonomi kita terbantu atas adanya kegiatan ini. Adanya bantuan ini kita jadi enggak lagi memikirkan untuk beli bahan pangan, karena sudah kebantu dengan relawan," katanya.
Untuk diketahui, banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Semaka pada 29 Juni lalu. Meski tidak menyebabkan korban jiwa, bencana ini menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. (Z-5)
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Bantuan disalurkan untuk masyarakat terdampak bencana tanah bergerak di Desa Kajen dan Padasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
GERAKAN Pemuda Ansor (GP Ansor) menyalurkan sejumlah paket bantuan seperti selimut, sandal jepit, kebutuhan alat mandi hingga obat-obatan pada korban bencana longsor di Pemalang.
Menyikapi kondisi tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menyalurkan bantuan logistik sebagai bentuk kepedulian.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved