Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Holding Perkebunan Nusantara mengajak sejumlah mitra kerja perusahaan untuk berdiskusi mengenai proses pengadaan barang dan jasa. Agenda yang dibalut dalam Vendor Gathering bertajuk "Land Clearing dan Replanting" tersebut, digelar di Kantor Direksi PTPN III Medan, Sumatera Utara, Kamis, (8/6).
Acara ini antara lain dihadiri oleh Kepala Divisi Pengadaan dan Umum PTPN III, Muhammad Iwan Ma’sum, Kepala Divisi Operasional Sawit dan Karet PTPN III, Desmanto, Kepala Biro Sekretariat Perusahaan PTPN III , Dhani DS Hasibuan, Kepala Bagian Operasional Pengadaan dan TI PTPN III (Persero), Della Iskandar Kaban, serta Kepala Bagian Pengadaan dan Umum PTPN IV, Muhammad Ridho Nasution, dan Kepala Bagian Tanaman PTPN IV, Irfan Faisal.
Seperti keterangan rilis yang diterima, Direktur Umum Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Doni P. Gandamiharja mengatakan untuk menyukseskan program transformasi, kinerja PTPN Group sangat didukung oleh hubungan yang baik antara PTPN Group dengan mitra sebagai penyedia barang dan jasa. “Transformasi tidak hanya dilakukan di tubuh perusahaan, namun transformasi di pihak mitra kerja sejalan dengan visi misi PTPN Group juga sangat dibutuhkan.”
Sementara itu, Desmanto, Kepala Divisi Operasional Tanaman Sawit dan Karet PTPN III, menyatakan bahwa saat ini PTPN Group sedang menjalankan beberapa aksi korporasi yang membutuhkan percepatan-percepatan di berbagai aspek, khsusunya di bidang operasional tanaman. Salah satunya, beberapa tahun ke depan kebutuhan replanting PTPN Group akan meningkat dan PTPN berencana melakukan program optimasi kontrak replanting.
“Tentunya ada perubahan-perubahan atau transformasi dalam proses pengadaan barang dan jasa agar target replanting PTPN Group tercapai, dan kami juga membutuhkan dukungan dan kerja sama dari para mitra/vendor PTPN Group,” ujar Desmanto.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pengadaan dan Umum PTPN III (Persero), Iwan Ma’sum, menyatakan, vendor gathering menjadi salah satu kesempatan yang baik untuk menyusun formulasi, membahas sekaligus mewujudkan proses pengadaan barang dan jasa sebagaimana komitmen PTPN Group.
Vendor Gathering dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan kontrak pekerjaan land clearing dan replanting, melalui diskusi dan pengumpulan kuesioner serta pembahasan umpan balik dari para mitra kerja. Sehingga diharapkan dari hasil pertemuan tersebut akan diperoleh formulasi terbaik dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Iwan berpandangan, diskusi tersebut akan memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, serta membentuk kerja sama yang lebih erat dalam hal pengadaan jasa land clearing dan replanting. (M-3)
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
ADA dilema kelembagaan bank tanah dalam mewujudkan keadilan sosial agraria di tengah gencarnya arus investasi.
Transformasi digital di sektor perkebunan nasional mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dan Fakultas Vokasi USU.
Upaya tegas pemerintah dalam memberantas mafia sawit dan menata ulang tata kelola sumber daya alam (SDA) dinilai sebagai langkah strategis dan berani.
PEMERINTAH menggelontorkan anggaran sebesar Rp9,95 triliun atau hampir Rp10 triliun untuk mencapai hilirisasi sektor perkebunan.
Dalam menghadapi tantangan industri perkebunan modern, PTPN XIV tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas di lapangan, tetapi juga mendorong transformasi digital
Perusakan sekitar 150 ribu batang kopi milik PTPN I Regional 5 di Desa Kaligedang, Kecamatan Sempol, Bondowoso, Jawa Timur, menimbulkan dampak yang besar.
DANATARA menegaskan komitmennya terhadap tata kelola yang bersih, transparan, dan profesional, sejalan dengan prinsip pengelolaan investasi negara yang berintegritas.
Upaya memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan lereng Gunung Ijen mendapat dorongan baru. PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) resmi memulai program replanting kopi Arabika Jawa.
Dugaan korupsi jual beli aset negara ini menyebabkan potensi kerugian keuangan negara yang kini masih dalam proses audit dan penghitungan oleh tim auditor independen.
Inisiatif ini juga akan dikaji lebih lanjut untuk diterapkan pada program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR),
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved