Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Dewan Pembina Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat), Komjen Purn. Togar Sianipar mengatakan kasus bunker narkoba di Universitas Negeri Makassar (UNM) harus dihukum. Kasus ini merupakan kasus yang memalukan.
"Yang mesti diminta pertanggungjawaban hukum, semuanya yang terlibat dalam kasus itu," kata Togar saat dikonfirmasi dari Jakarta, Senin (12/6).
Pihak Kepolisian, kata Togar, harus menyelidiki kemungkinan tenaga pendidik yang ikut andil dalam kasus tersebut.
Baca juga : 4 Fakta Bunker Narkoba di Kampus UNM Makassar
"Sebab, bagaimana mungkin mantan mahasiswa bisa bergerak di kantor dalam Kampus, kalau tidak ada bantuan atau kerjasama dari orang-orang dalam kampus," sebutnya.
Baca juga : Kemendikbud-Ristek Akan Investigasi Temuan Bunker Narkoba di UNM Makassar
Lebih lanjut, Togar pun menyatakan bahwa kasus tersebut merupakan hal yang melakukan bagi pihak UNM.
"Ini harus menjadi pelajaran berharga bagi. Rektor dengan Para Purek (pembantu rektor), para Dekan dengan para pembantu dekan, internal security kampus," tutur Togar.
"Ini peristiwa, cukup memalukan bagi pihak Universitas," imbuhnya.
Diketahui, Direktorat Reserse dan Kriminal Narkoba Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mengamankan lima orang tersangka kasus penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba) jenis sabu, yang diduga terkait dengan keberadaan narkoba dalam sebuah gudang yang sempat di sebut bunker di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Kapolda Sulsel Irjen Setyo Boedi Moempoeni Harso, Minggu (11/6) malam menjelaskan, saat polisi menggerebek para pelaku yang tengah asyik berpesta narkoba tersebut, mereka tidak menyadari bahwa yang datang tersebut adalah polisi.
Hal tersebut memudahkan pihak kepolisian untuk menangkap para pelaku. "Termasuk, saat anggota datang ke TKP (Tempat kejadian perkara), ada yng dugem di situ sehingga mereka tidak tahu ada anggota yang datang sehingga memudahkan kita untuk menangkap," ungkap Boedi Moempoeni.
Terpisah, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar Prof Andi Muhammad Idkhan menyebutkan, jika lima orang yang diamankan pihak kepolisian, ternyata bukan lagi mahasiswa UNM, tapi lulusan (alumni).
"Kami juga masih menunggu info tambahan dari pihak kepolisian, untuk pengembangan kasus tersebut. Apakah memang ada yang masih berstatus mahasiswa kami yang terlibat. Jika ada, maka pihak kampus akan memberikan saksi berat dan melakukan pemecatan," tegas Idkhan.
Sebelumnya, kepolisian membuat pernyataan jika menemukan sebuah bunker narkoba di salah satu perguruan tinggi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Termasuk rekap pengedarannya.
Lalu, muncul informasi baru, jika ternyata bunker tersebut diduga berada di dalam area kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulsel. Tepatnya di area Fakultas Bahasa Dan Sastra (FBS) UNM.
Dari pantauan di lokasi, yang ditemukan bukan bunker, tapi sebuah gedung, yang disebut sebagai salah satu kesekretariatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FBS UNM.
Dan gedung tersebut kini, telah dipasangi garis polisi oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel. Hanya saja belum ada keterangan resmi terkait penyegelan atau pemasangan garis polisi di tempat itu. (Z-8).
Pada Februari 2025, jumlah perguruan tinggi di Indonesia, baik swasta maupun negeri, menurut BPS mencapai 2.937.
UNDIP dan UI bersama seluruh perguruan tinggi di Indonesia menyepakati pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan target Net Zero Emission Indonesia.
Para petani mendapatkan pelatihan pengoperasian dan perawatan traktor capung yang dirancang lebih hemat bahan bakar.
PERGURUAN Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) berupaya merealisasikan program pembangunan kampus terbaik dalam bidang Al-Qur’an sekaligus ilmu pengetahuan.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Zayyid Sulthan Rahman menegaskan mahasiswa tidak tinggal diam menghadapi potensi manipulasi demokrasi.
Zakat bukan hanya urusan ibadah, tapi juga instrumen peradaban. Maka, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan dan keadilan sosial.
Prof. Farida Patittingi, yang merupakan Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi Unhas yang ditunjuk oleh Mendikti Ristek untuk mengisi posisi Plh Rektor.
Anak-anak Indonesia yang berstatus stateless di Malaysia adalah generasi mendatang bangsa yang harus senantiasa dirangkul.
Dirjen Dikti-Ristek Lukman menyampaikan pihaknya akan segera melakukan investigasi terkait temuan bunker narkoba yang ada di Universitas Negeri Makassar (UNM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved