Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Kolaborasi Mahasiswa-Masyarakat Bangun Kemandirian Desa Berbasis Inovasi

Indrastuti
10/11/2025 11:11
Kolaborasi Mahasiswa-Masyarakat Bangun Kemandirian Desa Berbasis Inovasi
Ilustrasi(Dok Ist)

INOVASI tidak harus lahir di laboratorium kampus besar, melainkan juga bisa tumbuh dari desa dengan melibatkan masyarakat setempat.

Ini dibuktikan dari dua inovasi pemberdayaan masyarakat yang hadir di Desa Bojongmenteng, Kabupaten Lebak, Banten, yakni traktor capung untuk pertanian serta sabun natural berbahan lidah buaya dan daun kelor yang ramah lingkungan.

Kedua inovasi itu menjadi wujud nyata implementasi ilmu pengetahuan di tengah masyarakat melalui program Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Berdampak sebagai program lintas fakultas Universitas Mercu Buana (UMB).

“Mahasiswa tidak cukup hanya belajar di kelas. Mereka harus turun langsung ke masyarakat, mendengar, berinovasi, dan memberi manfaat. Traktor capung dan produk handsoap ini lahir dari semangat itu, dari kampus untuk desa. Mahasiswa perlu berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UMB Irmulansati Tomohardjo saat penyerahan inovasi kepada warga di Bojongmenteng, Lebak, Banten, Sabtu (8/11).

Ketua Kelompok Tani Bojongmenteng Sunawa menjelaskan program tersebut melibatkan dua kelompok mitra lokal, yakni Kelompok Tani Bojongmenteng dan PKK Ibu-Ibu Sejahtera.

Para petani mendapatkan pelatihan pengoperasian dan perawatan traktor capung yang dirancang lebih hemat bahan bakar dan mudah bermanuver di lahan sempit, sementara ibu-ibu PKK dilatih membuat sabun dari lidah buaya lokal serta memasarkan produknya melalui media sosial.

“Dengan traktor capung, kerja petani jadi lebih ringan, bahan bakar lebih irit, dan hasil panen meningkat,” ungkap Sunawa.

“Kami sangat antusias diajarkan membuat sabun dari lidah buaya. Selain bisa digunakan sendiri, kami juga bisa menjualnya sebagai tambahan penghasilan,” tambah Ketua PKK Ibu-Ibu Sejahtera Lilis.

Kepala Desa Bojongmenteng Ajat Sudrajat menyambut positif inisiatif mahasiswa UMB tersebut.

“Mahasiswa membawa cara pandang baru. Warga kami jadi percaya bahwa kreativitas dan teknologi juga bisa lahir dari desa,” ujarnya.

Program yang dipimpin Prof Setiyo Budiyanto bersama tim dosen Irmulansati Tomohardjo dan Dewi Sad Tanti ini turut melibatkan Ketua Biro Kemahasiswaan UMB Jakarta Yuni Trenawati yang memberikan pelatihan digital marketing kepada warga desa.

“Kami ingin masyarakat tidak sekadar menerima bantuan, tapi memiliki kemampuan melanjutkan program secara mandiri. Dari sinilah desa inovatif bisa tumbuh,” jelas Prof Setiyo Budiyanto.

Melalui program BEM Berdampak yang didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, lanjut Setiyo, UMB menegaskan komitmennya menjembatani ilmu, teknologi, dan kemanusiaan.

"Inisiatif di Lebak ini diharapkan menjadi model kolaborasi mahasiswa dan masyarakat yang berkelanjutan dengan membangun kemandirian desa berbasis inovasi," pungkas Setiyo. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya