Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 28 guru Bahasa Inggris SMP dan SMA/SMK di kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mengikuti program pelatihan guru Bahasa Inggris bertajuk mentoring berbasis analisis kebutuhan.
Program itu merupakan pilot pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language/EFL) yang sedang bertugas di Indonesia.
Untuk pertama kalinya di Indonesia, guru-guru Bahasa Inggris tersebut mendapatkan pelatihan gratis dari mahasiswa School of Education, University of New England (UNE), Australia, yang juga akademisi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta Angela Asri Purnamasari.
Program ini turut didukung tujuh dosen Pendidikan Bahasa Inggris dari empat universitas yaitu Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Universitas Sanata Dharma, Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Angela Asri Purnamasari mengatakan program mentoring berbasis analisis kebutuhan ini awalnya akan dilakukan di Maluku Utara. Namun, ia berupaya agar program itu dapat dilaksanakan di daerah kelahirannya.
“Ini pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan akan menjadi referensi bagi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk program pengembangan guru melalui metode mentoring di Indonesia,” kata Angela, di Aula Bapenda Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (24/1).
Ia menyebutkan program ini didukung Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemdiktisainstek yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi langsung kepada masyarakat, khususnya guru-guru Bahasa Inggris di Sanggau, yang harus saya laksanakan untuk mencapai gelar Doctor of Philosophy (PhD) bidang pendidikan di School of Education, UNE, Australia,” ujarnya.
Didampingi dosen pembimbing utama, Associate Professor Joshua Matthews dari School of Education, UNE, Angela mengatakan program ini dilakukan setiap Sabtu, 24 Januari-21 Februari 2026, di Aula Bapenda Sanggau.
“Total ada lima kali pertemuan. Program ini juga dibuka Bupati Sanggau yang diwakili Kepala Badan Pendapatan Daerah Sanggau Wellem Suherman," katanya.
Angela turut berterima kasih kepada Pemkab Sanggau, khususnya Bupati Sanggau Yohanes Ontot, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sanggau Alipius, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Sanggau yang mendukung program ini. Menurutnya, tanpa dukungan pemerintah daerah, program itu akan sulit dilaksanakan.
“Sebelumnya, saya bersama dengan Joshua Matthews dan Pdt Suyono Asun juga beraudiensi dengan Bupati Sanggau. Jika program ini bisa sukses, Sanggau akan menjadi percontohan pengembangan guru dengan pendekatan mentoring berbasis analisis kebutuhan yang dapat diterapkan kabupaten lain di Indonesia,” pungkas Angela.(H-2)
Pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan mentor berpengalaman di bidang UMKM mengenai permasalahan dalam bisnisnya
Program kolaborasi ini dirancang secara terstruktur melalui mentoring bisnis, forum diskusi strategis, dan akses ke jaringan global JCI.
Keterbukaan untuk belajar, merefleksikan diri, bertumbuh, dan berkolaborasi menunjukkan komitmen mendalam dalam mendidik siswa dan masa depan pendidikan di Kabupaten Sanggau.
Pengiriman karyawan Indonesia itu sekaligus juga merupakan kiat investor untuk lebih memastikan kesiapan operasional pabrik di Batang sesuai standar global.
Tahun ini, GoTeach mencatatkan cakupan wilayah terluas dengan melibatkan 40 relawan yang menyumbangkan lebih dari 2.000 jam untuk mengajar.
SMA Unggul Garuda ditujukan kepada para siswa yang berprestasi di bidang akademik tapi tidak memiliki kemampuan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMA.
Togar mengatakan pembukaan PPDS di Undana, Unud dan Unram merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pemenuhan dan pemerataan dokter spesialis, khususnya di Indonesia timur.
Tiga universitas yang meluncurkan program pendidikan dokter spesialis, yaitu Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, Universitas Katolik Atma Jaya dan Universitas Pelita Harapan (UPH).
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengungkap arahan Presiden Prabowo agar perguruan tinggi memperkuat riset dan inovasi berbasis sains.
Workshop ini merupakan bagian dari upaya Kemdiktisaintek untuk memperluas akses pengetahuan sains dan teknologi kepada masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved