Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Guru Bahasa Inggris di Sanggau Ikuti Pelatihan Mentoring Berbasis Analisis Kebutuhan

Despian Nurhidayat
26/1/2026 14:15
Guru Bahasa Inggris di Sanggau Ikuti Pelatihan Mentoring Berbasis Analisis Kebutuhan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

SEBANYAK 28 guru Bahasa Inggris SMP dan SMA/SMK di kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mengikuti program pelatihan guru Bahasa Inggris bertajuk mentoring berbasis analisis kebutuhan.

Program itu merupakan pilot pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language/EFL) yang sedang bertugas di Indonesia.

Untuk pertama kalinya di Indonesia, guru-guru Bahasa Inggris tersebut mendapatkan pelatihan gratis dari mahasiswa School of Education, University of New England (UNE), Australia, yang juga akademisi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta Angela Asri Purnamasari.

Program ini turut didukung tujuh dosen Pendidikan Bahasa Inggris dari empat universitas yaitu Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Universitas Sanata Dharma, Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Angela Asri Purnamasari mengatakan program mentoring berbasis analisis kebutuhan ini awalnya akan dilakukan di Maluku Utara. Namun, ia berupaya agar program itu dapat dilaksanakan di daerah kelahirannya.

“Ini pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan akan menjadi referensi bagi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk program pengembangan guru melalui metode mentoring di Indonesia,” kata Angela, di Aula Bapenda Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (24/1).

Ia menyebutkan program ini didukung Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemdiktisainstek yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi langsung kepada masyarakat, khususnya guru-guru Bahasa Inggris di Sanggau, yang harus saya laksanakan untuk mencapai gelar Doctor of Philosophy (PhD) bidang pendidikan di School of Education, UNE, Australia,” ujarnya.

Didampingi dosen pembimbing utama, Associate Professor Joshua Matthews dari School of Education, UNE, Angela mengatakan program ini dilakukan setiap Sabtu, 24 Januari-21 Februari 2026, di Aula Bapenda Sanggau.

“Total ada lima kali pertemuan. Program ini juga dibuka Bupati Sanggau yang diwakili Kepala Badan Pendapatan Daerah Sanggau Wellem Suherman," katanya.

Angela turut berterima kasih kepada Pemkab Sanggau, khususnya Bupati Sanggau Yohanes Ontot, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sanggau Alipius, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Sanggau yang mendukung program ini. Menurutnya, tanpa dukungan pemerintah daerah, program itu akan sulit dilaksanakan.

“Sebelumnya, saya bersama dengan Joshua Matthews dan Pdt Suyono Asun juga beraudiensi dengan Bupati Sanggau. Jika program ini bisa sukses, Sanggau akan menjadi percontohan pengembangan guru dengan pendekatan mentoring berbasis analisis kebutuhan yang dapat diterapkan kabupaten lain di Indonesia,” pungkas Angela.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya