Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BARU-baru ini viral di media sosial aksi perundungan terhadap dua pelajar oleh 10 orang temannya. Diketahui aksi perundungan tersebut terjadi di wilayah Cicendo, Bandung dan melibatkan anak SD dan SMP.
Komisioner Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Aris Adi Leksono menyampaikan kekhawatirannya ada pola gangster di kalangan pelajar.
Dia melihat peristiwa di Cicendo, Bandung. Tampak pola-pola kelompok terorganisir di kalangan anak-anak yang memungkinkan bertumbuh menjadi kelompok tawuran di masa mendatang.
Baca juga : Enam Anak Pelaku Perundungan di Bandung Diperiksa Polisi
“Kalau kita lihat video tayangan perundungan itu kan ada yang seniornya, ada yang mengorganisir sehingga korban dipukuli secara bergantian oleh seniornya ini. Mereka dipanggil satu-satu, si A pukul, nanti satu lagi pukul dan seterusnya. Kalau sudah begitu pasti ada kelompok. Memang bukan gangster seperti yang di film-film. Tetapi kelompok yang terorganisir ini bisa tumbuh dan melakukan aksi kekerasan yang lebih parah lagi,” kata dia kepada Media Indonesia, Minggu (11/6).
Baca juga : Dua Siswa SMP di Bandung Jadi Sasaran Perundungan Teman-Teman
Kegiatan anak saling kumpul berujung tindakan negatif perlu dicegah bersama. Apalagi kegiatan tersebut diikuti dengan tindakan kekerasan satu sama lain.
“Kalau untuk yang positif, anak-anak berkelompok, tidak masalah. Tetapi kan ini mereka mengajak teman-temannya untuk membully teman yang lain. Ada ketersinggungan sedikit pakai kekerasan. Ini yang kita harus cegah,” tambahnya.
Aris mengingatkan agar para orangtua memberikan perhatian dan pendidikan yang maksimal. Dia berpendapat perilaku kekerasan yang ada pada anak selain dari tontonan dan pengaruh media sosial, pengasuhan dari orangtua dan lingkungan masyarakat juga berperan penting.
“Saya kira memang anak-anak ini membutuhkan perhatian lebih. Anak-anak perlu dibina, didampingi setiap kegiatannya. Penyebab perilaku kekerasan pada anak ini memang kompleks, tetapi bukan berarti kita tidak bisa mencegahnya,” pungkas dia. (Z-8)
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit.
Data hasil TKA menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam memetakan capaian pendidikan antarwilayah.
Kemendikdasmen berkomitmen menyempurnakan TKA melalui evaluasi berkelanjutan dan dialog dengan pemangku kepentingan.
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved